FORKOM EKS MENWA UI



 
IndeksPortalMilisWebBeritaGalleryCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
PARA ALUMNI DAN ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA SILAHKAN BERGABUNG DI FORUM KOMUNIKASI INI ...
ANDA ANGKATAN APA?
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Similar topics
    Real Time Clock

    JADWAL SHOLAT
    HARI INI
    SELURUH WILAYAH INDONESIA





    ARAHKAN POINTER KE JAM
    UNTUK MELIHAT TANGGAL


    THE COSMIC AESTHETICS
    12:34:56 07/08/09
    09:09:09 09/09/09
    11:10:09 11/10/09


    Navigasi



    [ click to toggle ]

     mencakup situs utama,
     portal, forum, dan blog

     Komunitas
     ForKom EX MENWA UI [ini]
     ForKom Alumni FMIPA UI
     Forum Fisika
     Komunitas 19
     ForKom X SEMPAKA
     KOSTER Indonesia
     dll.

     Perusahaan
     BMW CC Services
     MegaMall BC
     Brilliant GI
     dll.

     Personal
     Achmad Firwany
     dll.

     Internet Presence Provider
     TESQscape

    E-MAIL ALUMNI MENWA
    DAFtar dan periksa disini
    provided and supported by :
    powered by :
    Latest topics
    » LENSA: 4 Cara Suap Resmi di Indonesia: Militer AS vs Militer RI
    4/3/2015, 14:55 by uddin_jaya4

    » SalamYonUI
    4/3/2015, 14:27 by uddin_jaya4

    » TEMU ALUMNI MENWA UI 2014
    5/3/2014, 22:11 by suci.pratiwi

    » KESAN: Pengalaman Sebagi Perwira TNI
    5/10/2013, 17:18 by hanung sunarwibowo

    » FOTO: LASARMIL MENWA UI 2010
    7/6/2011, 14:57 by roy

    » UCAPAN: Selamat Natal dan Tahun Baru
    28/12/2010, 11:37 by Administrator

    » jual kamera cctv 3G cam cuma 2,35jt aj
    21/12/2010, 10:06 by toekang.modem03

    » jual modem xtend pengganti supreme hrg terjangkau
    21/12/2010, 10:02 by toekang.modem03

    » ESAI: Negara Manakah Terkaya di Dunia?
    1/9/2010, 01:56 by Administrator

    » WEBINFO: Alamat Internet Situs Alumni MENWA UI
    23/8/2010, 03:04 by Administrator

    » WEBINFO: E-mail Alumni MENWA
    23/8/2010, 02:32 by TESQSCAPE

    » INTRO: TESQSCAPE
    23/8/2010, 02:26 by TESQSCAPE

    » LENSA: Pendidikan Bela Negara MENWA UI
    23/7/2010, 06:50 by Administrator

    » WTS: M1306 Black 300rb + PCI Serial + USB 3.0
    20/7/2010, 11:28 by toekang.modem03

    » KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
    22/2/2010, 08:44 by Administrator

    » HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"
    11/1/2010, 20:47 by Administrator

    » KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin
    11/1/2010, 20:41 by Administrator

    » KASUS: Cicak VS Buaya | KPK VS POLRI: Skandal Bank Century dan Keterlibatan Para Petinggi Negara RI
    11/1/2010, 20:37 by Administrator

    » LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia
    4/1/2010, 08:33 by Administrator

    » LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY
    4/1/2010, 08:17 by Administrator

    » KONTROVERSI: BALIBO: Pembantaian Lima Wartawan Australia oleh TNI di TimTim
    4/1/2010, 07:22 by Administrator

    » WTS: WaveCom Terlengkap Buat Server Pulsa
    10/12/2009, 11:10 by toekang.modem03

    » INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Enjoy Urus Hilir Migas
    15/10/2009, 06:50 by Administrator

    » INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Calon Kuat Menteri ESDM?
    15/10/2009, 05:26 by Administrator

    » INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Dianugerahkan Tanda Kehormatan SatyaLancana WiraKarya
    15/10/2009, 05:24 by Administrator

    » LENSA: OutBound di Lingkungan MENWA UI
    8/10/2009, 19:00 by Administrator

    » INFOTEK: REAL-KILLER CELLULAR FIREGUN: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
    26/9/2009, 15:23 by EE ONE S

    » INFOTEK: ANTICRIME CELL STUNGUN: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
    26/9/2009, 14:45 by EE ONE S

    » KULTUM: FITHR dan FITHRAH. Apa Ma'na Sebenarnya?
    26/9/2009, 13:48 by EE ONE S

    » UCAPAN: Selamat 'Iydul Fithri - Mohon Ma'af Lahir dan Bathin
    26/9/2009, 07:52 by Administrator

    » KULTUM: SHILATURRAHIMI: Kenapa? Untuk Apa? Bagaimana?
    26/9/2009, 06:50 by Administrator

    » DIKLAT: Terjun | AeroSport: Parachuting + Sky Diving
    25/9/2009, 08:34 by Administrator

    » LOGO: Forum Komunikasi Alumni MENWA UI
    25/9/2009, 08:26 by Administrator

    » INFO: Angkatan MENWA UI
    22/9/2009, 18:35 by hanung sunarwibowo

    » LAPOR: Hanung Sunarwibowo 1987: Calon Tamtama Baru
    22/9/2009, 17:38 by Administrator

    » INFO: Hari-Raya Lebaran | 'Iydul Fithri 1 Syawal 1430 H = 20 September 2009 M
    16/9/2009, 17:49 by Administrator

    » NEWS: UI Targetkan Beasiswa Capai Rp 40 Miliar
    16/9/2009, 16:58 by Administrator

    » LENSA: Wujud Nyata Toleransi Antar Umat Beragama
    28/8/2009, 07:26 by Administrator

    » DZIKIR: Muslim? Segera Dirikan Sholat. Waktu Tiba. Allah Tunggu Laporan Anda!!!
    28/8/2009, 04:50 by Administrator

    » ACARA: Buka Puasa Bersama MENWA UI 2009: Sabtu 05-09-09 16:00 WIB
    27/8/2009, 20:26 by Administrator

    » LAPOR: Arfan. Angkatan Rencong. Salam
    27/8/2009, 20:13 by Administrator

    » PUASA: Jadwal Sholat dan Imsyak Ramadhan Seluruh Wilayah Indonesia
    23/8/2009, 12:27 by Administrator

    » NEWS: Jakarta Kembali Diguncang Teror Bom 17-07-09
    8/8/2009, 18:16 by Administrator

    » INFO: Uang Pecahan Baru Rp 2.000
    20/7/2009, 08:24 by Administrator

    » UCAPAN: Met UlTah ... ... ...
    19/7/2009, 21:38 by Mona Liza

    » UNIK: A Very Special Time Forever: 12:34:56 07/08/09
    19/7/2009, 06:51 by Administrator

    » SERBA-SERBI: Sesal Dahulu Pendapatan. Sesal Kemudian Tak Berguna
    18/7/2009, 10:10 by Administrator

    » KONFERENSI PERS SBY: INFO BIN: SBY Akan Ditembak Teroris di Kepala
    18/7/2009, 10:00 by Administrator

    » LAPOR: Lapor Juga: Mona Liza Merpati ...
    18/7/2009, 09:51 by Administrator

    » LAPOR: Andra. Arjuna 96: Salam Kenal
    18/7/2009, 09:49 by Administrator

    Top posters
    Administrator (383)
     
    uddin_jaya4 (48)
     
    EE ONE S (36)
     
    ben (29)
     
    hanung sunarwibowo (12)
     
    Dedy Afianto (10)
     
    Chandra Susanto (5)
     
    toekang.modem03 (4)
     
    Mona Liza (4)
     
    PROTEK (2)
     
    Statistics
    Total 113 user terdaftar
    User terdaftar terakhir adalah rmochtar

    Total 546 kiriman artikel dari user in 117 subjects
    User Yang Sedang Online
    Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

    Tidak ada

    User online terbanyak adalah 34 pada 4/6/2013, 23:59
    Pencarian
     
     

    Display results as :
     
    Rechercher Advanced Search
    November 2017
    MonTueWedThuFriSatSun
      12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930   
    CalendarCalendar
    MILIS EXMENWA-UI

    Untuk yang sudah bergabung



    klik ikon diatas ini untuk
    melihat pesan e-mail terakhir!



    Untuk yang belum bergabung



    klik ikon diatas ini untuk
    menjadi anggota milis.
    Berita Terkini
    UNIVERSITAS INDONESIA


    Provided By :
    Administrator Forum EXMENWA-UI


    Provided By :
    Administrator Forum EXMENWA-UI


    Provided By :
    Administrator Forum EXMENWA-UI
    Poll
    Anda Angkatan Apa?
    WALAWA | SATGASMA
    7%
     7% [ 1 ]
    Kalong
    7%
     7% [ 1 ]
    Garuda
    0%
     0% [ 0 ]
    Rajawali
    0%
     0% [ 0 ]
    Jaya IV
    7%
     7% [ 1 ]
    Yudha
    0%
     0% [ 0 ]
    Ksatria
    0%
     0% [ 0 ]
    Mandala
    7%
     7% [ 1 ]
    Elang
    0%
     0% [ 0 ]
    Kobra
    14%
     14% [ 2 ]
    Lumba-Lumba
    0%
     0% [ 0 ]
    Cakra
    0%
     0% [ 0 ]
    Merpati
    7%
     7% [ 1 ]
    Kamboja
    0%
     0% [ 0 ]
    Seroja
    0%
     0% [ 0 ]
    Pasopati
    0%
     0% [ 0 ]
    Bima
    0%
     0% [ 0 ]
    Arjuna
    7%
     7% [ 1 ]
    Yudistira
    0%
     0% [ 0 ]
    Kresna
    0%
     0% [ 0 ]
    Nakula-Sadewa
    0%
     0% [ 0 ]
    Gagak
    0%
     0% [ 0 ]
    Rencong
    14%
     14% [ 2 ]
    Wira Makara
    0%
     0% [ 0 ]
    Lainnya
    29%
     29% [ 4 ]
    Total Suara : 14
    Internet Banking
    Iklan

    Share | 
     

     HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"

    Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
    Pilih halaman : Previous  1, 2, 3
    PengirimMessage
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   3/1/2010, 19:08

    First topic message reminder :

    KONTROVERSI SEKITAR BUKU :

    "MEMBONGKAR GURITA CIKEAS: DIBALIK SKANDAL BANK CENTURY"


    alumni menwa ui, ex menwa ui, resimen mahasiswa universitas indonesia

    George Junus Aditjondro
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    George Junus Aditjondro (lahir pada 27 Mei 1946 di Pekalongan, Jawa Tengah) adalah seorang sosiolog asal Indonesia.

    Pada sekitar tahun 1994 dan 1995 nama Aditjondro menjadi dikenal luas sebagai pengkritik pemerintahan Soeharto mengenai kasus korupsi dan Timor Timur. Ia sempat harus meninggalkan Indonesia ke Australia dari tahun 1995 hingga 2002 dan dicekal oleh rezim Soeharto pada Maret 1998. Di Australia ia menjadi pengajar di Universitas Newcastle dalam bidang sosiologi. Sebelumnya saat di Indonesia ia juga mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana.

    Saat hendak menghadiri sebuah lokakarya di Thailand pada November 2006, ia dicekal pihak imigrasi Thailand yang ternyata masih menggunakan surat cekal yang dikeluarkan Soeharto pada tahun 1998.

    Pada akhir bulan desember 2009, beberapa lama setelah peluncuran bukunya terakhir, Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalurkan keprihatinanya atas isi buku tersebut. Buku itu sempat ditarik dari etalase toko walaupun pada saat itu belum ada keputusan hukum terhadap peredaran buku itu.



    Sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/George_Junus_Aditjondro
    Kembali Ke Atas Go down

    PengirimMessage
    Administrator
    Administrator
    Administrator


    Banyak Pemposan : 383
    Sejak : 02.12.07

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 06:48

    Polisi Akan Panggil George Aditjondro Terkait Kasus Pemukulan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Polisi akan memanggil penulis buku Membongkar Gurita Cikeas, Di Balik Skandal Bank Century, George Junus Aditjondro terkait laporan pemukulan terhadap politikus Partai Demokrat Ramadhan Pohan.

    "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan bahan bukti dan akan memanggil saksi-saksi, tentu pihak terlapor akan kami periksa," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Subandi, Jumat (1/1).

    Namun saat ini polisi masih belum melakukan pemanggilan. "Saat ini kami baru melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, saksi belum karena masih masa liburan Tahun Baru," ujar Subandi.

    Ramadhan mengaku telah dipukul dengan buku Gurita Cikeas itu oleh Aditjondro saat menghadiri acara diskusi dan peluncuran buku tersebut. "Saya dipukul dengan buku di mata kiri," ujar Ramadhan, Rabu (30/12) malam.

    Menurut Ramadhan, pemukulan tersebut dipicu oleh perbedaan antara dirinya dengan Aditjondro mengenai isi buku tersebut. Ramadhan menyebut Aditjondro berhalusinasi dan membayangkan seolah-olah ada dana talangan Bank Century yang masuk ke Jurnal Nasional, media yang dia pimpin.

    "Tidak ada serupiah pun dana talangan Bank Century yang masuk ke Jurnal Nasional," ujar Ramadhan. Tidak lama setelah Ramadhan berbicara, Aditjondro yang duduk di kanan Ramadhan, menepukkan buku ke bagian muka Ramadhan.

    Ramadhan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dan melakukan visum di Rumah Sakit Jakarta. Namun, sore harinya, ia memindahkan laporannya ke kantor Polres Jakarta Selatan. Ia melaporkan Aditjondro dengan pasal 351 KUHP mengenai penganiayaan.

    Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Edy Pramono mengatakan Ramadhan telah selesai memberikan laporan. "Kami sudah periksa Ramadhan sebagai saksi korban, tapi nanti jika ada yang kurang akan kami panggil kembali," ujar Gatot.

    Hingga saat ini status Aditjondro masih sebagai terlapor belum menjadi tersangka atas laporan pemukulan tersebut. "Kami periksa dulu terlapor, sekarang masih proses penyelidikan," ujar Gatot.

    Meskipun mengakui bahwa dirinya sempat terpancing oleh ucapan Ramadhan yang menuduhnya berhalusinasi, namun Aditjondro membantah telah memukul Ramadhan. "Tangan dan buku saya tidak sampai menyentuhnya," katanya.

    AGUNG SEDAYU

    Sumber:
    http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/01/01/brk,20100101-216775,id.html
    Jum'at, 01 Januari 2010 | 17:08 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator


    Banyak Pemposan : 383
    Sejak : 02.12.07

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   5/1/2010, 12:24

    Pansus Century Gali Info dari Buku Gurita Cikeas

    Insaf Albert Tarigan - Okezone


    Buku Gurita Cikeas

    JAKARTA - Buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century yang ditulis George Junus Aditjondro memang menuai kontroversi. Namun bukan berarti isi buku tersebut bisa diabaikan begitu saja, termasuk oleh Pansus Hak Angket Bank Century.

    "Kita tidak mau terlibat perdebatan seperti itu. Tapi kalau sebagai informasi, tentu penting. Hanya sebagai petunjuk, bukan data," kata Ketua Pansus Hak Angket Bank Century Idrus Marham kepada wartawan usai rapat pimpinan pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2010).

    Seperti diketahui, dalam buku tersebut, George menyebutkan bahwa dana bailout Bank Century mengalir ke sejumlah orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Uang tersebut masuk ke sejumlah yayasan pendukung SBY dalam kampanye Pilpres 2009 lalu.

    Beberapa orang dekat yang juga tim sukses SBY yang disebut dalam buku tersebut, yakni Hatta Rajasa, Djoko Suyanto, dan Jero Wacik.

    Namun tiga orang tersebut telah membantah tudingan George yang menurut mereka tidak berdasar atas fakta tersebut.


    (lam)

    Sumber:
    http://news.okezone.com/read/2010/01/04/339/290802/339/pansus-century-gali-info-dari-buku-gurita-cikeas
    Senin, 4 Januari 2010 - 17:02 wib
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:42




    Buku Tanggapan "Membongkar Gurita Cikeas" Diluncurkan

    Jakarta (ANTARA News) - Buku "Hanya Fitnah dan Cari Sensasi, George Revisi Buku" yang merupakan tanggapan atas isi buku "Membongkar Gurita Cikeas" karangan George Junus Aditjondro, akan diluncurkan dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu besok.

    Penulis buku itu, Setyardi Negara, di Jakarta Selasa mengatakan, buku itu dibuat sebagai resensi atas buku yang ditulis oleh George dengan melihat metodologi dan isi dari buku tersebut yang banyak menyatakan kesimpulan yang konspiratif dan tidak masuk akal.

    "Metodologi cara berpikir dalam buku itu sangat melompat-lompat dan konspiratif, yang justru menumpulkan cara berpikir George sendiri. Mungkin info awalnya benar tetapi kesimpulannya melenceng," kata mantan wartawan Tempo itu.

    Setyardi mencontohkan mengenai penulisan bahwa Dirut BNI Gatot Suwondo adalah adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun kesimpulan George yang menyatakan posisi Gatot itu dipakai untuk kepentingan kemenangan Partai Demokrat dan Presiden Yudhoyono adalah pernyataan yang tidak berdasar.

    "George terlalu berpikir konspiratif dan terkesan punya maksud tertentu," katanya.

    Sementara mengenai isi buku, Setyardi mengatakan banyak hal yang tidak masuk akal seperti yang ditulis George dalam kata pengantar yang menyebutkan bahwa dana talangan Bank Century sebesar Rp6,7 triliun dipakai oleh tim sukses SBY tanpa penjelasan atau verifikasi data apapun.

    "Wartawan barupun tahu hal seperti itu tidak layak ditulis, karena tidak ada fakta dan data yang jelas mengenai hal itu," katanya.

    Setyardi mengakui, buku ini ditulis tanpa motivasi politik apapun dan semata-mata hanya untuk bisnis serta penyebaran informasi sebagai mantan wartawan.

    "Saya tidak punya legal standing untuk membantah isi buku George, ini hanya telaah atau resensi buku yang dijadikan buku kecil. Saya tidak pada posisi membantah, ini karena belum ada resensi yang dibuat," katanya.

    Buku dengan 24 halaman karya Setyardi ini hanya berisi kutipan-kutipan pernyataan beberapa orang menanggapi buku George, serta nukilan-nukilan berita dari berbagai media.

    Peluncuran buku, rencananya juga akan dihadiri oleh George, serta beberapa pengamat seperti Alfan Alfian dan Soeyanto.

    "George sudah saya hubungi, tetapi beliau mengatakan sedang cooling down," katanya.

    Sementara itu, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan buku itu bukan diterbitkan oleh Presiden Yudhoyono atau keluarga Presiden lainnya.

    "Tidak ada urgensi Presiden untuk mengeluarkan buku itu, biarkan saja rakyat yang menilai," katanya. (*)

    Sumber:
    http://www.antaranews.com/berita/1262689877/buku-tanggapan-membongkar-gurita-cikeas-diluncurkan-besok
    Selasa, 5 Januari 2010 18:11 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:43

    Buku Tandingan Gurita Cikeas Terbit

    Ditulis Junior George Aditjondro


    Makassar, Tribun - Membongkar Gurita Cikeas, Dibalik Skandal Bank Century akhirnya mendapat "lawan sepadan". Buku karya George Junus Aditjondro ini ditantang oleh buku Hanya Fitnah & Cari Sensasi George Revisi Buku. Ia ditulis pendiri magazine free 69++, Setiyardi Negara, dan diluncurkan di Hotel Cemara, Jakarta, Rabu (6/1).

    Sayangnya, peluncuran buku pembelaan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarganya itu tidak dihadiri oleh George karena peneliti sosial politik ini sedang berada di Yogyakarta.

    Setiyardi membantah bukunya didanai oleh Istana atau orang dekat SBY. Mantan wartawan Tempo tersebut mengatakan bahwa bukunya diterbitkan dengan motif bisnis murni.

    "Saya ini punya usaha yang bergerak di bidang publishing. Jadi ya pekerjaan saya menerbitkan buku. Enggak ada maksud apa-apa selain bisnis," ungkap Setiyardi yang juga pemilik penerbitan Senopati Media. Buku tersebut diterbitkan Senopati Media.

    "Awalnya saya mencetak 5.000 eksemplar. Tapi kemudian melihat tanggapan pasar, saya memberanikan diri mencetak 10.000 eksemplar. Dan hasilnya, sudah ada beberapa pihak yang meminta buku ini, baik di Jakarta maupun di luar daerah. Bahkan ada yang berani beli putus untuk mengedarkan buku ini," jelas Setiyardi.

    Setiyardi menegaskan, buku tersebut bukan tandingan buku George. Pria kelahiran Lampung, 30 Maret 1971, itu mengaku kalau dia adalah junior George di Majalah Tempo. Namun untuk membuat sebuah buku, Setiyardi bukan tandingan George.

    Menurut Setiyardi, bukunnya merupakan review terhadap Membongkar Gurita Cikeas. Dia membuat review itu dalam posisi sebagai salah satu anggota masyarakat Indonesia yang ikut membaca buku George. Review itu kemudian dituangkan dalam bentuk buku.

    Setiyardi juga membantah memiliki kedekatan dengan Jubir Presiden SBY, Julian Aldrin Pasha. Dia tidak membantah dan juga tidak membenarkan terkait hubungan pertemanan dengan Julian Pasha. Ia berharap, dengan diterbitkannya bukunya seharga Rp 15.000 tersebut, dia bakal dihubungi SBY.

    Terpisah, George mengaku tidak mempersoalkan terbitnya buku tersebut. "Saya serahkan ke publik untuk menilai, karya siapa yang benar. Kan buku harus dilawan dengan buku," tegasnya.(Persda Network/mun)



    Istirahat Sejenak

    PENULIS Membongkar Gurita Cikeas, Dibalik Skandal Bank Century, George Junus Aditjondro, cukup direpotkan oleh buku yang ia tulis. Ia pun "menyingkir" dari Jakarta untuk istirahat beberapa waktu dari hiruk-pikuk Gurita Cikeas.

    "Saya akan istirahat sejanak selama dua minggu dari polemik Membongkar Gurita Cikeas," ujarnya dikutip detikcom, kemarin.

    Ia enggan mengomentari buku tandingan yang ditulis yuniornya di Tempo, Setiyardi Negara, Hanya Fitnah & Cari Sensasi George Revisi Buku.

    "Saya belum baca jadi no comment dulu. Nanti saja kalau saya sudah baca ya," kata dosen Universitas Satya Wacana Salatiga ini. Di Hotel Cemara, Menteng, Jakarta. Setiyardi mengundang George untuk bisa hadir sebagai tamu kehormatan.(bie)



    Gurita Cikeas Dijual Rp 150 Ribu

    MESKI mendapat tandingan, Membongkar Gurita Cikeas karangan George Junus Aditjondro tetap laris-manis. Meski harganya semakin melangit, buku ini tetap diuber. Tidak tanggung-tanggung, pedagang asongan di Perempatan Permata Hijau, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/1), menjual buku ini seharga Rp 150 ribu.

    Darmo, salah seorang pedagang asongan tampak menawarkan buku kontroversial itu ke sejumlah pengendara bermotor yang lewat.

    Tidak banyak buku yang ditawarkan Darmo. Ia hanya memegang satu buku. Tapi yang mengejutkan, dia menjual buku jauh di atas banderol harga resmi di toko buku yang sebesar Rp 36 ribu.

    "Rp 150 ribu," ujar Darmo dikutip detikcom .

    "Kalo cuma Rp 50 ribu nggak dikasih. Sudah susah ini bukunya. Cari di tempat lain juga susah dapatnya. Ini juga cuma satu-satunya," kata Darmo menambahkan.(bie)



    Sumber:
    http://www.tribun-timur.com/read/artikel/67783
    Kamis, 7 Januari 2010 | 23:11 WITA
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:43

    Buku Tandingan Membongkar Gurita Cikeas Belum Tembus Bandung


    BANDUNG, TRIBUN - Buku tandingan 'Membongkar Gurita Cikeas; Dibalik Skandal Bank Century' bertajuk 'Hanya Fitnah & Cari Sensasi; George Revisi Buku' buah karya Setiyardi Negara yang dikeluarkan Senopati Media, ternyata belum menembus Bandung dan sangat minim peminat.

    "Yang kami dengar memang ada launching buku tandingannya 'Gurita Cikeas-nya George, tapi belum nembus ke sini. Dan yang kami rasakan, masyarakat pembaca kurang antusias untuk mendapatkan buku tandingan itu," ujar Oky (29) seorang pedagang di Toko Buku Bungsu, Pasar Palasari Bandung kepada Tribun, Kamis (7/1).

    Menurutnya, peminat buku tandingan itu tidak akan seheboh dan seramai pencari buku karya George yang masih banyak peminatnya.

    Dikatakan, terakhir dirinya menjual dua buah buku karya George tersebut dengan harga eceran per buah sebesar Rp 50.000. "Sepekan kemarin buku ini masih jarang. Karena jarang bahkan harga jualnya pernah menembus Rp 200 ribuan," ujarnya.

    Analis Data PT Agromedia, sebagai agen penyalur buku 'Membongkar Gurita Cikeas; Dibalik Skandal Bank Century' yang diterbitkan Galangpress untuk wilayah Bandung Raya, Ratih Rahmawati, menyatakan pihaknya hanya mendapat jatah sekitar 400 eksemplar buku tersebut.

    "Beberapa pekan kemarin kami mendapat jatah 300 eksemplar. Hari ini 100 eksemplar dan semuanya telah terjual cepat. Hingga kini, tercatat pesanan melebihi 1.500 buah. Mungkin minggu depan datang lagi," tandas Ratih. (yy)

    Sumber:
    Kamis, 7 Januari 2010 | 20:48 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:44

    "Gurita Cikeas" Dijual Keliling

    Wiwik Susilo


    Liputan6.com, Solo: Langka dan menghilang di Jakarta, buku "Membongkar Gurita Cikeas" bisa ditemukan di jalanan Kota Solo, Jawa Tengah. Buku kontroversi yang ditulis George Junus Aditjondro itu, Kamis (7/1), dijual secara berkeliling oleh sejumlah mahasiswa dari Yogyakarta.

    Menurut pengakuan Adi, salah seorang penjual, ia sengaja menjual secara berkeliling agar lebih mudah diketahui masyarakat. Sebab, tak satupun toko berani menjual buku itu. Termasuk toko buku dengan jaringan terbesar. Di Solo ia menjajakannya dengan menjajal sejumlah jalan utama.

    Sayangnya, hingga Kamis siang, tak satupun buku yang dijajakan mahasiswa asal Kalimantan ini laku. Diduga, tidak ada pembeli yang berminat, karena harganya Rp 130.000 satu eksemplar. Padahal, harga aslinya di bawah Rp 50.000.

    Sebelum di Solo, Adi sudah menjual buku itu secara keliling di Semarang dan Yogyakarta. Di kedua kota ini, buku "Membongkar Gurita Cikeas" ini laris manis. Selain sempat menjadi buku kontroversi, juga karena tidak ditemukan di toko buku. Sayangnya, peruntungan Adi di Solo tak sebaik di Semarang dan Yogyakarta. (ETA)

    Sumber:
    http://berita.liputan6.com/daerah/201001/257845/quotGurita.Cikeasquot.Dijual.Keliling
    07/01/2010 16:20
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:44

    PRD Jual "Gurita Cikeas" di Jalan

    Rahmat Hidayat




    Liputan6.com, Surabaya: Puluhan aktifitis Partai Rakyat Demokratik (PRD) menggelar aksi jual buku "Membongkar Gurita Cikeas" di sejumlah persimpangan jalan di kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu(9/1). Aksi dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap upaya pihak tertentu yang akan mencekal peredaran buku. Para aktifis partai yang pernah dilarang selama Orde Baru ini juga menuntut agar kasus Bank Century segera diusut tuntas.

    Dalam aksinya kali ini para aktifis menjual sedikitnya seratus buku karangan George Junus Aditjondro yang katanya mengungkap gurita bisnis Presiden SBY. Hasil dari penjualan buku ini akan digunakan para aktifis untuk mendanai aksi demo 28 Januari mendatang sebagai peringatan seratus hari pemerintahan SBY - Boediono.(AYB)


    Sumber:
    http://berita.liputan6.com/politik/201001/258160/PRD.Jual.quotGurita.Cikeasquot.di.Jalan
    09/01/2010 14:58
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:45

    Roy Suryo Bantah Terima Rp 5 Triliun

    Tim Liputan 6 SCTV


    Roy Suryo


    Liputan6.com, Jakarta: Pakar telematika yang kini duduk di Komisi I DPR RI, Roy Suryo, membantah telah menerima uang Rp 5 triliun seperti yang dituduhkan George Junus Aditjondro dalam buku Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Skandal Bank Century. Roy menilai, buku tersebut adalah membohongi publik.

    Dalam tayangan politik dan selebritas SCTV beberapa waktu lalu, Roy Suryo disebut ikut menerima aliran dana Rp 5 triliun sewaktu menjabat sebagai Komisaris Independen PT Powertel. Namun dengan tegas anggota legislatif dari Partai Demokrat itu membantah.

    Roy mengaku, sama sekali tidak tahu tentang adanya dana tersebut. Selama kurang lebih dua bulan aktif pada perusahaan telekomunikasi itu, Roy hanya mengerjakan beberapa proyek dan tidak mengetahui masalah finansial di perusahaan itu.(TES/ANS)

    Sumber:
    http://berita.liputan6.com/politik/201001/258456/Roy.Suryo.Bantah.Terima.Rp.5.Triliun
    11/01/2010 17:40
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:45

    Mewahnya Ruang Tahanan Artalyta Suryani

    Penulis : Nurulia Juwita Sari


    Salah satu sudut ruang tahanan Artalyta - MI/Ramdani


    JAKARTA-MI: Masih ingat Artalyta Suryani? Ia terpidana kasus suap Rp6 miliar terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan. Rekaman pembicaraannya dengan Urip terkait dengan suap menyuap itu sempat membuat heboh ranah peradilan di Tanah Air.

    Kini ia meringkuk di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, setelah MA menjatuhkan putusan kasasi lima tahun penjara dan denda Rp250 juta, pada 24 Februari 2009. Namun jangan mengira, Ayin-panggilan Artalyta- menghuni sel yang menyeramkan sebagaimana kesan sebuah penjara.

    Bagi Ayin, tinggal di ruang tahanan tidak ada bedanya dengan tinggal di "alam bebas" sesuai "kelas" dia. Berbagai fasilitas dan kenyamanan sekelas hotel berbintang tersedia baginya di ruang tahanan itu.

    Itulah hasil inspeksi mendadak yang dilakukan tiga anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, yakni Denny Indrayana, Mas Achmad Santosa, dan Yunus Husein. Mereka melakukan menginspeksi mendadak ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (10/1) malam. Tepat pukul 19.30 WIB, sidak dimulai.

    Petugas rutan pun jadi kalang kabut saat mengetahui kedatangan tiga pejabat tersebut. "Aduh kok begini sih, ngga bilang-bilang... Gimana sih ini," teriak para petugas Rutan yang kebanyakan perempuan. Seorang petugas yang sempat menghalang-halangi rombongan wartawan pun sempat dibentak Denny, "Ini perintah Presiden. Kasih jalan".

    Seorang petugas bernama Anis yang menawarkan diri untuk mengantar para anggota Satgas pun ditolak mentah-mentah oleh Denny. Akhirnya para petugas Rutan pun hanya bisa pasrah membiarkan para anggota Satgas mengobrak-abrik 'isi dapur' mereka.

    Tempat pertama yang dikunjungi tim Satgas adalah ruang bimbingan kerja (bingker). Di situ, dari luar mereka mengawasi sosok Ayin. Di ruang yang besar bak aula dan berpendingin udara itu, Ayin tengah duduk berselonjor di sebuah sofa bed sambil menjalani perawatan kecantikan (beauty treatment) oleh seorang dokter ahli kosmetik laser Hadi Sugiarto.

    Ruang yang seharusnya diperuntukkan bagi seluruh napi itu pun berubah menjadi ruang pribadi Ayin. Ruang dipenuhi oleh foto-foto anak yang diakui Ayin sebagai anak adopsinya. Di sebuah sudut, terdapat sebuah kolam bola berukuran besar, yang juga diakui Ayin sebagai tempat bermain anaknya jika mengunjunginya. Demikian juga, di sebuah sudut ruangan dibangun kamar mandi khusus dengan shower dan perlengkapan seperti kamr mandi di sebuah hotel berbintang.

    Tidak hanya itu. Sebuah pesawat televisi plasma, kulkas, kompor, dan sejumlah alat-alat rumah tangga lainnya berada di ruang itu.

    "Sesuai aturan, seharusnya tidak boleh ada dokter lain yang boleh masuk, selain dokter penjara. Jadi ini tidak bisa dibenarkan," kata Mas Achmad mengomentari perlakuan istimewa yang diterima Ayin.

    Sepanjang sidak, ia hanya bisa diam dan geleng-geleng kepala saat melihat kondisi 'Hotel Prodeo' itu yang fasilitasnya benar-benar hampir mirip hotel berbintang.

    Kepada Mas Achmad, Ayin juga mengaku sering menggunakan ruang itu untuk mengadakan rapat-rapat dengan anak buahnya karena dia masih harus mengendalikan usaha plasmanya di Lampung, dan sejumlah perusahaan propertinya. "Saya minta ruang sedikit untuk menjalankan usaha saya," katanya.
    "Ini benar-benar mengagetkan. Nanti akan ada investigasi mendalam untuk memperjelas ini semua. Kita lihat saja," kata Mas Achmad dengan nada suara geram.

    Saat tepergok oleh Satgas, Ayin tengah membaca buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, yang di dalamnya, namanya disebut-sebut oleh si pengarang buku, George Junus Aditjondro, masuk dalam lingkaran keluarga kepresidenan.
    Setelah mengetahui siapa sosok yang tengah memperhatikannya dari luar ruangan, Ayin pun langsung menaruh buku itu dan merapikan posisi duduknya.

    Kepala Rutan Sarju Wibowo yang baru tiba pada pukul 20.45 WIB hanya bisa lemas dan pasrah saat mengetahui tempat kerjanya berhasil 'ditelanjangi' oleh Mas Achmad dan kawan-kawan. Tidak banyak kata yang bisa diucapkannya, selain kata 'siap'.
    "Siap pak... siap," jawabnya atas apa pun pertanyaan anggota Satgas. (NJ/OL-7)

    Sumber:
    http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/11/116310/16/1/Mewahnya-Ruang-Tahanan-Artalyta-Suryani
    Senin, 11 Januari 2010 07:17 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:46

    Pemerintah Akui Beri Keistimewaan Kepada Tahanan Tertentu

    Penulis : Dinny Mutiah




    JAKARTA--MI: Pemerintah mengakui adanya pemberian keistimewaan kepada tahanan tertentu. Hal itu diungkapkan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Senin (11/1).

    Ia menyatakan hal ini menanggapi temuan Satgas Mafia Hukum yang dibentuk Presiden adanya keistimewaan yang diberikan kepada terpidana kasus suap Artalyta Suryani yang kini mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta.

    "Ada keistimewaan itu yes. Saya kira tidak boleh kita ingkari bahwa ternyata memang ada. Tapi, sampai sejauh mana saya ingin mendapat informasi terlebih dahulu," ujar Patrialis.

    Namun ia mengakui pemberian keistimewaan tersebut bagaimanapun tidak bisa dibenarkan. Berdasarkan laporan sementara ada indikasi pelanggaran yang terjadi dalam kasus tersebut.

    Namun, siapa dan sejauh mana keterlibatannya masih harus diselidiki lebih lanjut. "Menurut teman-teman, tadi sudah ada indikasi tapi siapa, bagaimana dan sejauh mana, ini lagi dipelajari tadi pagi dan belum mendapatkan laporan," tukasnya.

    Ia menilai ada beberapa kemungkinan penyebab perilaku tersebut terjadi. Pertama sebagian sipir yang ingin hidup sejahtera sehingga memberikan fasilitas pada tahanan. Kedua, kesejahteraan yang diterima sipir tidak cukup baik sehingga memanfaatkan celah yang ada. Terakhir keterbatasan SDM untuk mengawasi sejumlah tahanan dimana satu orang bisa mengawasi dua ratus hingga tiga ratus orang.

    "Irjen saya bersama Dirjenpas sudah kesana pagi-pagi. Menurut laporan yang saya dengar, beliau mengatakan sebagian ruangan yang diambi gambarnya itu adalah ruangan Dharma Wanita untuk karaoke untuk hiburan semua orang. Saya belum tahu pasti kondisi yang sebenarnya makanya saya ingin mendapat laporan dulu," imbuhnya. (DM/OL-06)

    Sumber:
    http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/01/116415/16/1/Pemerintah-Akui-Beri-Keistimewaan-Kepada-Tahanan-Tertentu
    Senin, 11 Januari 2010 18:35 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:46

    Menkum HAM Bahas Kasus Fasilitas Mewah Napi

    Penulis : Dini Mutiah


    Ruang Karaoke Aling--MI/Ramdani

    JAKARTA--MI: Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyatakan akan melakukan pertemuan dengan jajaran dibawahnya untuk membahas adanya pemberian keistimewaan fasilitas terhadap terpidana tertentu.

    Patrialis juga menegaskan sejumlah pihak yang bertanggungjawab akan diberikan sanksi mulai dari tidak naik pangkat hingga non aktif. "Ada sanksi administratif, misalnya tidak bisa naik pangkat. Mereka juga dimutasi atau dinonaktifkan dulu sesuai dengan mekanisme," tegasnya, Senin (11/1).

    Patrialis menyatakan hal ini menanggapi hasil temuan sidak tim Satgas Mafia Hukum yang menemukan pemberian fasilitas mewas terhadap narapinda tertentu yang mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta. Mereka yang mendapat keistimewaan antara lain terpidana kasus penyuapan jaksa Arthalyta Suryani. Ia diperbolehkan menerima kunjungan dokter kecantikan untuk perawatan kulitnya, selain fasilitas tempat bermain anak.

    Selain itu, terpidana narkoba seumur hidup A Ling juga menerima fasilitas ruang karaoke di rutan khusus wanita tersebut. Atas hal ini, Dirjen Pemasyarakatan Depkum HAM Untung Sugiyono menyatakan ruangan yang disorot merupakan ruangan Dharma Wanita yang juga dipergunakan untuk karaoke bagi umum. (DM/OL-06)

    Sumber:
    http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/01/116418/16/1/Menkum-HAM-Bahas-Kasus-Fasilitas-Mewah-Napi-
    Senin, 11 Januari 2010 17:30 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5360
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   11/1/2010, 20:47

    Kebebasan dalam Bayang Ambiguitas Masyarakat

    BE Julianery




    KOMPAS.com - Lebih dari satu dasawarsa gerak demokratisasi berjalan, belum juga tercapai suatu kesepakatan solid mengenai pemaknaan kebebasan berekspresi. Terbukti, penyikapan ambigu diekspresikan masyarakat dalam menilai perlu tidaknya dilakukan pelarangan berbagai hasil karya cipta yang terpublikasikan.

    Buku akan membuka serta memperluas pikiranmu dan membuat engkau jadi tangguh. Tak ada yang lain yang dapat membuatmu seperti itu,” kata penulis asal Amerika Serikat, William Feather. Tak ada orang yang membantah Feather, barangkali. Namun, buku dan juga beragam karya pemikiran lain, seperti film dan pertunjukan seni, yang sering dipandang sebagai rekaman peradaban manusia, pada suatu saat dapat pula dinilai sebagai ”barang berbahaya” yang harus dilarang peredarannya.

    Di Indonesia, pikiran seperti ini hidup dan dijelmakan menjadi ketentuan hukum. Pelarangan buku, dan juga film, menjadi hal yang amat lazim pada masa pemerintahan Orde Lama serta Orde Baru. Namun, model pasungan semacam ini toh terjadi pula pada era kini, era saat kebebasan berekspresi yang menjadi simbol reformasi di negeri ini tengah berlangsung.

    Buktinya, pada pengujung tahun 2009, lima buku, yaitu Dalih Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto (karya John Rossa); Suara Gereja Bagi Umat Tertindas, Penderitaan Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri (penulis Socratez Sofyan Yoman); Lekra Tak Membakar Buku Suara Senyap Lembar kebudayaan Harian Rakyat 1950-1965 (penulis Dwi Aria Yulinatri dan Muhidin M Dahlan); Enam Jalan Menuju Tuhan (penulis Darmawan); dan Mengungkap Misteri Keberadaan Agama (penulis Syahruddin Ahmad), dilarang peredarannya.

    Seakan melengkapi pasungan Kejaksaan Agung terhadap buku, Lembaga Sensor Film (LSF) pun diberitakan menghentikan peredaran film Balibo Five, film asal Australia yang bercerita tentang hilangnya lima wartawan Australia saat meliput konflik bersenjata di Timor Timur pada 1975. Kisah-kisah pemasungan semacam ini akan semakin panjang lagi jika ditambahkan beberapa peristiwa pelarangan film, buku, ataupun karya pertunjukan seni lainnya yang dilakukan oleh lembaga nonkenegaraan, seperti lembaga keagamaan, adat, ataupun lembaga kemasyarakatan yang tumbuh subur di berbagai pelosok negeri.


    Tafsir kebebasan

    Berbagai upaya pemasungan yang dilakukan oleh lembaga negara ataupun institusi kemasyarakatan mengindikasikan belum sepenuhnya makna kebebasan berekspresi itu tersemai dan tumbuh subur di negeri ini. Tampaknya masih terdapat perbedaan yang kontras mengenai pemaknaan kebebasan berekspresi itu dalam setiap elemen di negeri ini. Di satu pihak, bisa jadi kebebasan berekspresi dimaknai sebagai suatu kemutlakan yang harus terwujud dalam setiap aspek kehidupan sosial tanpa adanya batasan, apalagi pelarangan. Namun, di pihak lain, bisa pula menolak kemutlakan semacam ini dan memandang perlunya pembatasan dari suatu kebebasan.

    Di mata masyarakat, sebagaimana yang terekam dalam hasil jajak pendapat Kompas, dua pola penyikapan semacam ini juga terjadi. Kendati sebagian besar responden tampaknya lebih bersikap progresif, mendukung kebebasan berekspresi itu terwujud, terdapat pula sebagian lainnya yang bersikap konservatif dengan menyatakan dukungan mereka terhadap berbagai upaya pelarangan karya-karya cipta, seperti buku, film, ataupun karya pertunjukan.

    Namun, menariknya, jika dikaji lebih dalam, sekalipun dukungan terhadap kebebasan berekspresi itu tampak dominan, sebenarnya ekspresi penyikapan responden tersebut tampak ambigu. Sikap-sikap ambiguitas tersebut terlihat tatkala mereka menilai berbagai aksi pelarangan peredaran buku dan film selama ini. Sekalipun mereka menyetujui, dan bahkan menjunjung tinggi adanya kebebasan, di sisi lain mereka ”mengubur” kebebasan tersebut.

    Buku atau film, misalnya, menurut kacamata bagian terbesar responden, bisa dilarang beredar. Dengan syarat, apabila isinya berpotensi memicu konflik di dalam masyarakat ataupun menyinggung masalah suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Selain itu, hal-hal yang dikesankan porno pun tidak ditoleransi oleh bagian terbesar responden.

    Bahkan, terhadap buku dan film tentang komunisme, dalam kacamata terbesar responden harus dilarang peredarannya. Alasan untuk menyetujui pelarangan yang dikemukakan para responden sama dengan alasan yang sering dilontarkan Kejaksaan Agung ataupun LSF.

    Para responden setuju pelarangan dengan alasan agar tidak merusak integrasi bangsa (40,7 persen) atau jika dianggap bisa melanggar ketertiban (28,5 persen). Responden lain berpendapat, pelarangan perlu dilakukan agar tidak menyinggung perasaan para pemeluk agama (23,2 persen), agar moral tetap terjaga (3,8 persen), menghindari intimidasi terhadap pihak tertentu (0,4 persen), dan isi buku atau film belum terbukti kebenarannya (3,3 persen).

    Uniknya, jika ditelaah lebih lanjut, persetujuan terhadap pelarangan ini dinyatakan oleh setiap lapis sosial responden, baik mereka yang berpendidikan rendah, menengah, ataupun tinggi. Demikian pula dalam kategori usia, baik responden kalangan usia muda maupun tua sama-sama mendukung adanya pelarangan terhadap buku dan film yang menyinggung berbagai persoalan di atas.

    Di sisi lain, bagian terbesar responden menolak upaya pelarangan buku dan film. Mereka menyatakan ketidaksetujuan jika dilakukan pelarangan terhadap buku ataupun film yang memuat peristiwa sejarah lampau negeri ini, buku dan film yang bertutur mengenai hal-hal bersifat mistis, bahkan juga termasuk buku-buku yang menyinggung para penguasa negara saat ini. Terhadap buku Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century yang ditulis George Junus Aditjondro, dan kini memancing kontroversi, misalnya, dinilai tidak perlu dilarang oleh lebih dari dua pertiga bagian responden (70,6 persen).

    Alasan penolakan larangan, bagian terbesar responden berpandangan bahwa masyarakat berhak memperoleh informasi yang luas dan bebas (44,4 persen). Selain itu, pelarangan bagi responden juga dinilai merupakan tindakan pembodohan masyarakat (15,9 persen).


    Menoleransi kontrol

    Bentuk-bentuk ambiguitas masyarakat semakin jelas pula dalam beberapa persoalan yang memperhadapkan perlunya intervensi negara melalui aparaturnya. Dalam jajak pendapat ini, tampak benar bahwa bagian terbesar responden amat mendukung kebebasan berekspresi dan menyerap informasi.

    Sebagai gambaran, lebih dari tiga perempat bagian responden menyatakan setuju apabila informasi publik dibuka seluas-luasnya dan transparan dengan kontrol dari masyarakat sendiri. Kondisi semacam ini pula yang tergambarkan dalam dukungan mereka terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin memudahkan wujud kebebasan berekspresi. Artinya, dalam kasus ini intervensi negara tidaklah diperlukan masyarakat.

    Namun, persoalan menjadi berbeda tatkala mereka menilai masih perlu atau tidaknya kontrol terhadap berbagai buku serta film yang beredar dan memancing kontroversi. Paling tinggi, hanya seperempat bagian responden saja yang menyatakan tidak perlunya sensor ataupun intervensi terhadap persoalan yang terjadi. Bagian terbesar menginginkan adanya sensor sekalipun dalam gradasi yang berbeda-beda, dari sensor ringan hingga berat. (Litbang Kompas)



    Sumber : Kompas Cetak
    http://nasional.kompas.com/read/2010/01/11/07360469/Kebebasan.dalam.Bayang.Ambiguitas.Masyarakat
    Senin, 11 Januari 2010 | 07:36 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Sponsored content




    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   

    Kembali Ke Atas Go down
     
    HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"
    Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
    Halaman 3 dari 3Pilih halaman : Previous  1, 2, 3
     Similar topics
    -
    » Lounge Perkenalan

    Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
    FORKOM EKS MENWA UI :: FORUM BEBAS :: Wawasan Pemandangan :: Sosial - Politik - Ekonomi - Hukum dan Kriminalitas-
    Navigasi: