FORKOM EKS MENWA UI



 
IndeksPortalMilisWebBeritaGalleryCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
PARA ALUMNI DAN ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA SILAHKAN BERGABUNG DI FORUM KOMUNIKASI INI ...
ANDA ANGKATAN APA?
Latest topics
» LENSA: 4 Cara Suap Resmi di Indonesia: Militer AS vs Militer RI
4/3/2015, 14:55 by uddin_jaya4

» SalamYonUI
4/3/2015, 14:27 by uddin_jaya4

» TEMU ALUMNI MENWA UI 2014
5/3/2014, 22:11 by suci.pratiwi

» KESAN: Pengalaman Sebagi Perwira TNI
5/10/2013, 17:18 by hanung sunarwibowo

» FOTO: LASARMIL MENWA UI 2010
7/6/2011, 14:57 by roy

» UCAPAN: Selamat Natal dan Tahun Baru
28/12/2010, 11:37 by Administrator

» jual kamera cctv 3G cam cuma 2,35jt aj
21/12/2010, 10:06 by toekang.modem03

» jual modem xtend pengganti supreme hrg terjangkau
21/12/2010, 10:02 by toekang.modem03

» ESAI: Negara Manakah Terkaya di Dunia?
1/9/2010, 01:56 by Administrator

» WEBINFO: Alamat Internet Situs Alumni MENWA UI
23/8/2010, 03:04 by Administrator

» WEBINFO: E-mail Alumni MENWA
23/8/2010, 02:32 by TESQSCAPE

» INTRO: TESQSCAPE
23/8/2010, 02:26 by TESQSCAPE

» LENSA: Pendidikan Bela Negara MENWA UI
23/7/2010, 06:50 by Administrator

» WTS: M1306 Black 300rb + PCI Serial + USB 3.0
20/7/2010, 11:28 by toekang.modem03

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
22/2/2010, 08:44 by Administrator

» HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"
11/1/2010, 20:47 by Administrator

» KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin
11/1/2010, 20:41 by Administrator

» KASUS: Cicak VS Buaya | KPK VS POLRI: Skandal Bank Century dan Keterlibatan Para Petinggi Negara RI
11/1/2010, 20:37 by Administrator

» LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia
4/1/2010, 08:33 by Administrator

» LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY
4/1/2010, 08:17 by Administrator

» KONTROVERSI: BALIBO: Pembantaian Lima Wartawan Australia oleh TNI di TimTim
4/1/2010, 07:22 by Administrator

» WTS: WaveCom Terlengkap Buat Server Pulsa
10/12/2009, 11:10 by toekang.modem03

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Enjoy Urus Hilir Migas
15/10/2009, 06:50 by Administrator

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Calon Kuat Menteri ESDM?
15/10/2009, 05:26 by Administrator

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Dianugerahkan Tanda Kehormatan SatyaLancana WiraKarya
15/10/2009, 05:24 by Administrator

» LENSA: OutBound di Lingkungan MENWA UI
8/10/2009, 19:00 by Administrator

» INFOTEK: REAL-KILLER CELLULAR FIREGUN: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
26/9/2009, 15:23 by EE ONE S

» INFOTEK: ANTICRIME CELL STUNGUN: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
26/9/2009, 14:45 by EE ONE S

» KULTUM: FITHR dan FITHRAH. Apa Ma'na Sebenarnya?
26/9/2009, 13:48 by EE ONE S

» UCAPAN: Selamat 'Iydul Fithri - Mohon Ma'af Lahir dan Bathin
26/9/2009, 07:52 by Administrator

» KULTUM: SHILATURRAHIMI: Kenapa? Untuk Apa? Bagaimana?
26/9/2009, 06:50 by Administrator

» DIKLAT: Terjun | AeroSport: Parachuting + Sky Diving
25/9/2009, 08:34 by Administrator

» LOGO: Forum Komunikasi Alumni MENWA UI
25/9/2009, 08:26 by Administrator

» INFO: Angkatan MENWA UI
22/9/2009, 18:35 by hanung sunarwibowo

» LAPOR: Hanung Sunarwibowo 1987: Calon Tamtama Baru
22/9/2009, 17:38 by Administrator

» INFO: Hari-Raya Lebaran | 'Iydul Fithri 1 Syawal 1430 H = 20 September 2009 M
16/9/2009, 17:49 by Administrator

» NEWS: UI Targetkan Beasiswa Capai Rp 40 Miliar
16/9/2009, 16:58 by Administrator

» LENSA: Wujud Nyata Toleransi Antar Umat Beragama
28/8/2009, 07:26 by Administrator

» DZIKIR: Muslim? Segera Dirikan Sholat. Waktu Tiba. Allah Tunggu Laporan Anda!!!
28/8/2009, 04:50 by Administrator

» ACARA: Buka Puasa Bersama MENWA UI 2009: Sabtu 05-09-09 16:00 WIB
27/8/2009, 20:26 by Administrator

» LAPOR: Arfan. Angkatan Rencong. Salam
27/8/2009, 20:13 by Administrator

» PUASA: Jadwal Sholat dan Imsyak Ramadhan Seluruh Wilayah Indonesia
23/8/2009, 12:27 by Administrator

» NEWS: Jakarta Kembali Diguncang Teror Bom 17-07-09
8/8/2009, 18:16 by Administrator

» INFO: Uang Pecahan Baru Rp 2.000
20/7/2009, 08:24 by Administrator

» UCAPAN: Met UlTah ... ... ...
19/7/2009, 21:38 by Mona Liza

» UNIK: A Very Special Time Forever: 12:34:56 07/08/09
19/7/2009, 06:51 by Administrator

» SERBA-SERBI: Sesal Dahulu Pendapatan. Sesal Kemudian Tak Berguna
18/7/2009, 10:10 by Administrator

» KONFERENSI PERS SBY: INFO BIN: SBY Akan Ditembak Teroris di Kepala
18/7/2009, 10:00 by Administrator

» LAPOR: Lapor Juga: Mona Liza Merpati ...
18/7/2009, 09:51 by Administrator

» LAPOR: Andra. Arjuna 96: Salam Kenal
18/7/2009, 09:49 by Administrator

Top posters
Administrator (383)
 
uddin_jaya4 (48)
 
EE ONE S (36)
 
ben (29)
 
hanung sunarwibowo (12)
 
Dedy Afianto (10)
 
Chandra Susanto (5)
 
toekang.modem03 (4)
 
Mona Liza (4)
 
PROTEK (2)
 
Statistics
Total 113 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah rmochtar

Total 546 kiriman artikel dari user in 117 subjects
User Yang Sedang Online
Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 34 pada 4/6/2013, 23:59
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
November 2017
MonTueWedThuFriSatSun
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
CalendarCalendar
MILIS EXMENWA-UI

Untuk yang sudah bergabung



klik ikon diatas ini untuk
melihat pesan e-mail terakhir!



Untuk yang belum bergabung



klik ikon diatas ini untuk
menjadi anggota milis.
Berita Terkini
UNIVERSITAS INDONESIA


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI
Poll
Anda Angkatan Apa?
WALAWA | SATGASMA
7%
 7% [ 1 ]
Kalong
7%
 7% [ 1 ]
Garuda
0%
 0% [ 0 ]
Rajawali
0%
 0% [ 0 ]
Jaya IV
7%
 7% [ 1 ]
Yudha
0%
 0% [ 0 ]
Ksatria
0%
 0% [ 0 ]
Mandala
7%
 7% [ 1 ]
Elang
0%
 0% [ 0 ]
Kobra
14%
 14% [ 2 ]
Lumba-Lumba
0%
 0% [ 0 ]
Cakra
0%
 0% [ 0 ]
Merpati
7%
 7% [ 1 ]
Kamboja
0%
 0% [ 0 ]
Seroja
0%
 0% [ 0 ]
Pasopati
0%
 0% [ 0 ]
Bima
0%
 0% [ 0 ]
Arjuna
7%
 7% [ 1 ]
Yudistira
0%
 0% [ 0 ]
Kresna
0%
 0% [ 0 ]
Nakula-Sadewa
0%
 0% [ 0 ]
Gagak
0%
 0% [ 0 ]
Rencong
14%
 14% [ 2 ]
Wira Makara
0%
 0% [ 0 ]
Lainnya
29%
 29% [ 4 ]
Total Suara : 14
Internet Banking
Iklan

Share | 
 

 KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2
PengirimMessage
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   4/1/2010, 07:25

First topic message reminder :

MENGUNGKAP SKRENARIO DI BALIK KASUS ANTASARI — RANI — NASRUDDIN

KILAS BALIK : FAKTA ATAU FIKSI ANALISA?

fakta di balik kriminalisasi kpk dan keterlibatan sby


alumni menwa ui, ex menwa ui, resimen mahasiswa universitas indonesia

Apa yang terjadi selama ini sebetulnya bukanlah kasus yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah ujung dari konspirasi besar yang memang bertujuan mengkriminalisasi institusi KPK. Dengan cara terlebih dahulu mengkriminalisasi pimpinan, kemudian menggantinya sesuai dengan orang-orang yang sudah dipilih oleh "sang sutradara", akibatnya, meskipun nanti lembaga ini masih ada namun tetap akan dimandulkan.

Agar Anda semua bisa melihat persoalan ini lebih jernih, mari kita telusuri mulai dari kasus Antasari Azhar. Sebagai pimpinan KPK yang baru, menggantikan Taufiqurahman Ruqi, gerakan Antasari memang luar biasa. Dia main tabrak kanan dan kiri, siapa pun dibabat, termasuk besan
Presiden SBY.

Antasari yang disebut-sebut sebagai orangnya Megawati (PDIP), ini tidak pandang bulu karena siapapun yang terkait korupsi langsung disikat. Bahkan, beberapa konglomerat hitam — yang kasusnya masih menggantung pada era sebelum era Antasari, sudah masuk dalam agenda pemeriksaaanya.

Tindakan Antasari yang hajar kanan-kiri, dinilai Jaksa Agung Hendarman sebagai bentuk balasan dari sikap Kejaksaan Agung yang tebang pilih, dimana waktu Hendraman jadi Jampindsus, dialah yang paling rajin menangkapi Kepala Daerah dari Fraksi PDIP. Bahkan atas sukses menjebloskan Kepala Daerah dari PDIP, dan orang-orang yang dianggap orangnya Megawati, seperti ECW Neloe, maka Hendarman pun dihadiahi jabatan sebagai Jaksa Agung.

Setelah menjadi Jaksa Agung, Hendarman makin resah, karena waktu itu banyak pihak termasuk DPR menghendaki agar kasus BLBI yang melibatkan banyak konglomerat hitam dan kasusnya masih terkatung –katung di Kejaksaan dan Kepolisian untuk dilimpahkan atau diambilalih KPK. Tentu saja hal ini sangat tidak diterima kalangan kejaksaan, dan Bareskrim, karena selama ini para pengusaha ini adalah tambang duit dari para aparat Kejaksaan dan Kepolisian, khususnya Bareskrim. Sekedar diketahui Bareskrim adalah supplier keungan untuk Kapolri dan jajaran perwira polisi lainnya.

Sikap Antasari yang berani menahan besan SBY, sebetulnya membuat SBY sangat marah kala itu. Hanya, waktu itu ia harus menahan diri, karena dia harus menjaga citra, apalagi moment penahanan besannya mendekati Pemilu, dimana dia akan mencalonkan lagi. SBY juga dinasehati oleh orang-orang dekatnya agar moment itu nantinya dapat dipakai untuk bahan kampanye, bahwa seorang SBY tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi. SBY terus mendendam apalagi, setiap ketemu menantunya Anisa Pohan , suka menangis sambil menanyakan nasib ayahnya.

Dendam SBY yang membara inilah yang dimanfaatkan oleh Kapolri dan Jaksa Agung untuk mendekati SBY, dan menyusun rencana untuk "melenyapkan" Antasari. Tak hanya itu, Jaksa Agung dan Kapolri juga membawa konglomerat hitam pengemplang BLBI [seperti Syamsul
Nursalim, Agus Anwar, Liem Sioe Liong, dan lain-lainnya), dan konglomerat yang tersandung kasus lainnya seperti James Riyadi (kasus penyuapan yang melibatkan salah satu putra mahkota Lippo, Billy Sindoro terhadap oknun KPPU dalam masalah Lipo-enet/Astro, dimana waktu itu
Billy langsung ditangkap KPK dan ditahan), Harry Tanoe (kasus NCD Bodong dan Sisminbakum yang selama masih mengantung di KPK), Tommy Winata (kasus perusahaan ikan di Kendari, Tommy baru sekali diperiksa KPK), Sukanto Tanoto (penggelapan pajak Asian Agri), dan beberapa konglomerat lainnya].

Para konglomerat hitam itu berjanji akan membiayai pemilu SBY, namun mereka minta agar kasus BLBI , dan kasus-kasus lainnya tidak ditangani KPK. Jalur pintas yang mereka tempuh untuk "menghabisi Antasari " adalah lewat media. Waktu itu sekitar bulan Februari- Maret 2008 semua wartawan Kepolisian dan juga Kejaksaan (sebagian besar adalah wartawan brodex – wartawan yang juga doyan suap) diajak rapat di Hotel Bellagio Kuningan. Ada dana yang sangat besar untuk membayar media, di mana tugas media mencari sekecil apapun kesalahan Antasari. Intinya media harus mengkriminalisasi Antasari, sehingga ada alasan menggusur Antasari.

Nyatanya, tidak semua wartawan itu "hitam", namun ada juga wartawan yang masih putih, sehingga gerakan mengkriminalisaai Antasari lewat media tidak berhasil.

Antasari sendiri bukan tidak tahu gerakan-gerakan yang dilakukan Kapolri dan Jaksa Agung yang di back up SBY untuk menjatuhkannya. Antasari bukannya malah nurut atau takut, justeru malah menjadi-hadi dan terkesan melawan SBY. Misalnya Antasari yang mengetahui Bank Century telah dijadikan "alat" untuk mengeluarkan duit negara untuk membiayai kampanye SBY, justru berkoar akan membongkar skandal bank itu. Antasari sangat tahu siapa saja operator –operator Century, dimana Sri Mulyani dan Budiono bertugas mengucurkan duit dari kas negara, kemudian Hartati Mudaya, dan Budi Sampurna, (adik Putra Sampurna) bertindak sebagai nasabah besar yang seolah-olah menyimpan dana di Century, sehingga dapat ganti rugi, dan uang inilah yang digunakan untuk biaya kampanye SBY.

Tentu saja, dana tersebut dijalankan oleh Hartati Murdaya, dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Paratai Demokrat, dan diawasi oleh Eddy Baskoro plus Djoko Sujanto (Menkolhukam) yang waktu itu jadi Bendahara Tim Sukses SBY. Modus penggerogotan duit Negara ini biar rapi maka harus melibatkan orang bank (agar terkesan Bank Century diselamatkan pemerintah), maka ditugaskan lah Agus Martowardoyo (Dirut Bank Mandiri), yang kabarnya akan dijadikan Gubernur BI ini. Agus Marto lalu menyuruh Sumaryono (pejabat Bank Mandiri yang terkenal lici dan korup) untuk memimpin Bank Century saat pemerintah mulai mengalirkan duit 6,7 T ke Bank Century.

Antasari bukan hanya akan membongkar Century, tetapi dia juga mengancam akan membongkar proyek IT di KPU, dimana dalam tendernya dimenangkan oleh perusahaannya Hartati Murdaya (Bendahara Demokrat). Antasari sudah menjadi bola liar, ia membahayakan bukan hanya SBY tetapi juga Kepolisian, Kejaksaan, dan para konglomerat , serta para innercycle SBY. Akhirnya Kapolri dan Kejaksaan Agung membungkam Antasari. Melalui para intel akhirnya diketahui orang-orang dekat Antasari untuk menggunakan menjerat Antasari.

Orang pertama yang digunakan adalah Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin memang cukup dekat Antasari sejak Antasari menjadi Kajari, dan Nasrudin masih menjadi pegawai. Maklum Nasrudin ini memang dikenal sebagai Markus (Makelar Kasus). Dan ketika Antasari menjadi Ketua KPK, Nasrudin melaporkan kalau ada korupsi di tubuh PT Rajawali Nusantara Indonesia (induk Rajawali Putra Banjaran). Antasari minta data-data tersebut, Nasrudin menyanggupi, tetapi dengan catatan Antasari harus menjerat seluruh jajaran direksi PT Rajawali, dan merekomendasarkan ke Menteri BUMN agar ia yang dipilih menjadi dirut PT RNI, begitu jajaran direksi PT RNI ditangkap KPK.

Antasari tadinya menyanggupi transaksi ini, namun data yang diberikan Nasrudin ternyata tidak cukup bukti untuk menyeret direksi RNI, sehingga Antasari belum bisa memenuhi permintaan Nasrudin. Seorang intel polsi yang mencium kekecewaan Nasrudin, akhirnya mengajak Nasrudin untuk bergabung untuk melindas Antasari. Dengan iming-iming, jasanya akan dilaporkan ke Presiden SBY dan akan diberi uang yang banyak, maka skenario pun disusun, dimana Nasrudin disuruh mengumpan Rani Yulianti untuk menjebak Antasari.

Rupanya dalam rapat antara Kapolri dan Kejaksaan, yang diikuti Kabareskrim. melihat kalau skenario menurunkan Antasari hanya dengan umpan perempuan, maka alasan untuk mengganti Antasari sangat lemah. Oleh karena itu tercetuslah ide untuk melenyapkan Nasrudin, dimana dibuat skenario seolah yang melakukan Antasari. Agar lebih sempurna, maka dilibatkanlah pengusaha Sigit Hario Wibisono. Mengapa polisi dan kejaksaan memilih Sigit, karena seperti Nasrudin, Sigit adalah kawan Antasari, yang kebetulan juga akan dibidik oleh Antasari dalam kasus penggelapan dana di Departemen Sosial sebasar Rp 400 miliar.

Sigit yang pernah menjadi staf ahli di Depsos ini ternyata menggelapakan dana bantuan tsunami sebesar Rp 400 miliar. Sebagai teman, Antasari, mengingatkan agar Sigit lebih baik mengaku, sehingga tidak harus "dipaksa KPK". Nah Sigit yang juga punya hubungan dekat dengan Polisi dan Kejaksaan, mengaku merasa ditekan Antasari. Di situlah kemudian Polisi dan Kejaksaan melibatkan Sigit dengan meminta untuk memancing Antasari ke rumahnya, dan diajak ngobrol seputar tekana-tekanan yang dilakukan oleh Nasrudin. Terutama, yang berkait dengan "terjebaknya: Antasari di sebuah hotel dengan istri ketiga Nasrudin.

Nasrudin yang sudah berbunga-bunga, tidak pernah menyangka, bahwa akhirnya dirinyalah yang dijadikan korban, untuk melengserkan Antasari selama-laamnya dari KPK. Dan akhirnya disusun skenario yang sekarang seperti diajukan polisi dalam BAP-nya. Kalau mau jujur, eksekutor Nasrudin buknalah tiga orang yangs sekarang ditahan polisi, tetapi seorang polisi (Brimob ) yang terlatih.

Bibit dan Chandra. Lalu bagaimana dengan Bibit dan Chandra? Kepolisian dan Kejaksaan berpikir dengan dibuinya Antasari, maka KPK akan melemah. Dalam kenyataannya, tidak demikian. Bibit dan Chandra , termasuk yang rajin meneruskan pekerjaan Antasari. Seminggu sebelum Antasari ditangkap, Antasari pesan wanti-wanti agar apabila terjadi apa-apa pada dirinya, maka penelusuran Bank Century dan IT KPU harus diteruskan.

Itulah sebabnya KPK terus akan menyelidiki Bank Century, dengan terus melakukan penyadapan-penyadap an. Nah saat melakukan berbagai penyadapan, nyangkutlah Susno yang lagi terima duit dari Budi Sampoerna sebesar Rp 10 miliar, saat Budi mencairkan tahap pertama sebasar US $ 18 juta atau 180 miliar dari Bank Century. Sebetulnya ini bukan berkait dengan peran Susno yang telah membuat surat ke Bank Century (itu dibuat seperti itu biar seolah–olah duit komisi), duit itu merupakan pembagian dari hasil jarahan Bank Century untuk para perwira Polri. Hal ini bisa dipahami, soalnya polisi kan tahu modus operansi pembobolan duit negara melalui Century oleh inner cycle SBY.

Bibit dan Chandra adalah dua pimpinan KPK yang intens akan membuka skandal bank Bank Century. Nah, karena dua orang ini membahayakan, Susno pun ditugasi untuk mencari-cari kesalahan Bibit dan Chandra. Melalui seorang Markus (Eddy Sumarsono) diketahui, bahwa Bibit dan Chandra mengeluarkan surat cekal untuk Anggoro. Maka dari situlah kemudian dibuat Bibit dan Chandra melakukan penyalahgunaan wewenang.

Nah, saat masih dituduh menyalahgunakan wewenang, rupanya Bibit dan Chandra bersama para pengacara terus melawan, karena alibi itu sangat lemah, maka disusunlah skenario terjadinya pemerasan. Di sinilah Antasari dibujuk dengan iming-iming, ia akan dibebaskan dengan bertahap (dihukum tapi tidak berat), namun dia harus membuat testimony, bahwa Bibit dan Chandra melakukan pemerasan.

Berbagai cara dilakukan, Anggoro yang memang dibidik KPK, dijanjikan akan diselsaikan masalahnya Kepolisian dan Jaksa, maka disusunlah berbagai skenario yang melibatkanAnggodo, karena Angodo juga selama ini sudah biasa menjadi Markus. Persoalan menjadi runyam, ketika media mulai mengeluarkan sedikir rekaman yang ada kalimat R1-nya. Saat dimuat media, SBY konon sangat gusar, juga orang-orang dekatnya, apalagi Bibit dan Chandra sangat tahu kasus Bank Century. Kapolri dan Jaksa Agung konon ditegur habis Presiden SBY agar persoalan tidak meluas, maka ditahanlah Bibit dan Chandra ditahan. Tanpa diduga, rupanya penahaan Bibit dan Chandra mendapat reaksi yang luar biasa dari publik maka Presiden pun sempat keder dan menugaskan Denny Indrayana untuk menghubungi para pakar hokum untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF).

Demikian, sebetulnya bahwa ujung persoalan adalah SBY, Jaksa Agung, Kapolri, Joko Suyanto, dan para kongloemrat hitam, serta innercycle SBY (pengumpul duit untk pemilu legislative dan presiden). RASANYA ENDING PERSOALAN INI AKAN PANJANG, KARENA SBY PASTI TIDAK AKAN BERANI BERSIKAP. Satu catatan, Anggoro dan Anggodo, termasuk penyumbang Pemilu yang paling besar.

Jadi mana mungkin Polisi atau Jaksa, bahkan Presiden SBY sekalipun berani menagkap Anggodo!



Oleh : Rina Dewreight

sumber :
http://politik.kompasiana.com/2009/11/15/fakta-di-balik-kriminalisasi-kpk-dan-keterlibatan-sby/
http://www.kompasiana.com/search?pg=search&cx=014314690270547682587%3A2a02hxzrgqc&cof=FORID%3A11&ie=UTF-8&q=fakta-di-balik-kriminalisasi-kpk-dan-keterlibatan-sby&sa.x=0&sa.y=0#916



. . .

Skenario Drama Penembakan Nasrudin



Jakarta - Penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen tampak telah dirancang sedemikian rupa. Asmara, pemerasan dan bau anyir darah bercampur baur bak novel kriminal.

"Awalnya AA (Antasari Azhar) tertangkap tangan oleh Nasrudin sedang berkencan di sebuah hotel di Makassar dengan seorang perempuan yang disebut-sebut berinisial Ran (Rani Yulianti)," kata sumber detikcom di kepolisian, Jum'at (1/5/2009).

Sejak kejadian itu, Nasrudin kerap kali mengancam akan membeberkan aibnya ke publik. Nasrudin kemudian memeras AA.

Lama kelamaan, AA merasa jengkel dengan sikap Nasrudin yang sering memerasnya. Akhirnya, AA bercerita kepada SH (Sigit Hario Wibisono) perihal tersebut.

"SH kemudian mempertemukan AA dengan Kombes W (Wiliardi Wizard)," kata sumber.

Untuk mengeksekusi Nasrudin ini diperlukan biaya yang besar, sehingga akhirnya AA meminta bantuan dana kepada SH. SH kemudian memberikan dana sebesar Rp 5 miliar.

Kombes W lalu membantu mencarikan eksekutor melalui Je, seorang pengusaha kelautan. Je dijanjikan akan diberi upah sejumlah uang miliaran rupiah jika bisa membantu mencarikan eksekutor.

Je menyanggupi dan akhirnya bertemu dengan Ed. Ed dijanjikan akan diberi upah Rp 500 juta bila bisa mencari orang yang berani menembak Nasrudin.

Ed lantas merekrut Hen dan Am serta Fran, warga Timor Leste yang pernah ikut perang. Mereka bertiga, termasuk Ed, berperan sebagai pem-back up eksekutor.

"Hen, Am dan Fran mencari eksekutornya," tutur sumber.

Lalu mereka bertemu dengan Dan (eksekutor) dan Her (joki motor). Keenam orang lapangan yang terdiri dari Ed, Fran, Hen, Am, Dan dan Her dibayar Rp 500 juta oleh Je.

"Setiap orang mendapat jatah sekitar Rp 70 juta. Namun, baru diberi Rp 25 juta," kata sumber itu.

Setelah skenario dibuat, barulah tim lapangan mengincar Nasrudin. Tim lapangan sudah mengincar Nasrudin selama 1 minggu sebelum ditembak.

"Mereka survei terlebih dahulu. Tanya-tanya sama caddy di Modernland pulangnya Nasrudin jam berapa," urainya.

Setelah mempelajari kegiatan Nasrudin, tim baru menentukan hari H-nya. Nasrudin akhirnya tewas ditembak pada 14 Maret 2009 sepulang dari main golf. Dari dua kali tembakan, satu tembakan meleset dan satu peluru bersarang di kepalanya hingga membuat Nasrudin tewas pada 15 Maret siang. (mei/nrl)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/05/02/104737/1125039/10/skenario-drama-penembakan-nasrudin



. . .


Kronologi Penembakan Nasrudin



Jakarta - Sehabis main golf, dalam perjalanan pulang Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, ditembak orang tak dikenal. Kejadian tersebut disaksikan oleh salah seorang pekerja galian yang kebetulan berada di tempat kejadian.

Dayo, nama pekerja tersebut, menuturkan kepada detikcom kronologi peristiwa yang dia saksikan dengan mata kepala sendiri tersebut, Minggu (15/3/2009).

Waktu itu, Sabtu (14/3/2009) menjelang pukul 15.00 WIB, dia tengah menjalankan tugasnya selaku seorang pekerja galian. Dia melihat mobil BMW warna abu-abu milik Nasrudin melintas di dekatnya, melewati polisi tidur.

Ketika mobil itu sedang melambat karena ada polisi tidur, mendadak dari belakang sebelah kiri menyusul sebuah sepeda motor Yamaha Scorpio yang ditunggangi 2 orang. Keduanya berjaket hitam dan berhelm.

"Saat itulah tiba-tiba terdengar suara tembakan 2 kali," ucap Dayo saat ditemui di lokasi kejadian di Jl Raya Metropolis Modernland, Tangerang, Banten.

Begitu terdengar suara tembakan, sepeda motor itu langsung ngebut ke arah Metropolis. Mobil pun langsung berhenti. Saat itulah sopir melihat Nasrudin sudah terkulai dengan kepala bermandikan darah dan tubuh kejang-kejang.

"Sopirnya panik lalu minta tolong," ucap Dayo.

Mendengar teriakan sopir, warga sekitar pun lantas berdatangan. Mereka berkerumun di sekeliling mobil. Tak lama kemudian petugas kepolisian mendatangi lokasi. Setelah itu korban dilarikan ke RS Mayapada. (sho/nrl)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/03/15/144007/1099659/10/kronologi-penembakan-nasrudin



. . .


Nasrudin "Jual" Rani ke Antasari

Pengganti Biaya Proyek Tambang di Sulsel, Sigid Suplai Eksekutor Rp 2 M


JAKARTA -- Ketua Bidang Perlindungan Hukum Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan) Edwin Partogi mengatakan, pihaknya sudah memiliki data-data keterkaitan antara Antasari Azhar (AA), Sigit, dan algojo pembunuh Nasrudin.

Menurutnya, hingga saat ini Kontras hanya bersikap memback-up tim kuasa hukum keluarga korban dalam melakukan upaya penyelidikan kasus pembunuhan itu.

Dikatakan Edwin, tim kuasa keluarga korban mendatangi pihaknya untuk meminta dukungan moral dan teknis hukum dalam pekerjaan tim kuasa hukum keluarga korban. Kami menyepakatinya. Intinya kami tetap independen tapi juga mendorong kepolisian agar tetap profesional, bekerja sesuai jalur dalam penanganan proses hukum," ujarnya.

Dibeberkannya, informasi yang diperolehnya diketahui kalau sebelum pembunuhan itu korban sempat meminta sejumlah uang kepada Antasari untuk pengadaan sebuah proyek tambang di kawasan Sulawesi Selatan. Disebutkan nama proyek yang sedang digarap korban dilakukan PT Ronggolawe di Makassar Sulsel. "Kebetulan antara korban dan AA sudah berteman lama," tukasnya.

Namun permintaan itu tak kunjung dipenuhi Antasari. Korban pun akhirnya menyodorkan Rani yang saat itu sudah dinikahinya secara siri kepada AA. Rupanya AA pun "kecantol" hatinya melihat kemolekan Rani.

Hubungan asmara pun terjalin antara wanita kelahiran 1 Juli 1986 itu dengan AA. Sampai akhirnya, korban menjebak AA dan Rani di sebuah hotel di Jakarta. Saat itulah korban kembali "menekan" AA baik secara lisan, by phone maupun via SMS agar AA mengabulkan permintaanya itu.

AA yang sudah kelelahan menghadapi korban akhirnya "curhat" kepada kawan dekatnya seorang pengusaha muda nan sukses yang juga politisi PKB versi Gus Dur, yakni Sigid Haryo Wibisono. Begitu mendengar masalah konco dekatnya itu, Sigid menghubungi kawannya yakni Kombes Pol Wiliardi Wizard yang dikenalnya semasa menjabat Kapolres Jakarta Selatan (2005-2007).

"Saat itu SHW (Sigid Haryo Wibisono, red) memberikan WW (Wiliardi Wizard) uang Rp 2 miliar. Sebagian uang itu yakni sebesar Rp 500 juta akan diberikan kepada lima eksekutor dengan bagian masing-masing Rp 100 juta.

Tapi WW baru menyerahkannya separuh atau Rp 250 juta. Dengan uang itu, para eksekutor mengadakan senpi dan pelurunya, sewa motor dan mobil termasuk biaya survey dan escape," terangnya.

Namun, Edwin mewanti-wanti agar keterangan yang dikantungi pihak Kontras agar dijadikan pula oleh pihak kepolisian sebagai bahan pertimbangan penyidik dalam mengungkap kasus tersebut. Sementara itu, sebuah sumber di PMJ menyebutkan 5 alogojo eksekutor Nasrudin yang sudah diamankan terdiri dari 1 anggota polisi dan 4 preman bayaran. Selain itu, Sigid juga sudah ditahan di PMJ.

Antasari Temukan Adanya Skenario Sistimatis Jatuhkan Reputasinya

Sebutan tersangka yang disampaikan Kejaksaan Agung terhadap Ketua KPK Antasari Azhar, terkait kasus penembakan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen mulai mendapatkan perlawanan.

Para kuasa hukum, Antasari Azhar yang juga mewaliki keluarga Antasari menilai perubahan status yang diakukan Kejaksaan Agung merupakan bukti adanya skenario sistematis. Dengan target menjatuhkan reputasi Antasari Azhar yang telah berhasil mengungkap banyak kasus korupsi.

Tak hanya itu saja, para kuasa hukum Antasari juga menyayangkan beberapa opini yang beredar di masyarakat. Terkait status saksi yang belum dipahami masyarakat tersebut. Akibatnya terjadi penyesatan informasi yang merugikan Antasari dan keluarganya.

"Sebutan itu pun membuat proses hukum terkesan diabaikan. Tak selayaknya lembaga yang dinyatakan mengerti hukum melakukan tindakan tersebut. Saya bukan tidak menghargai pendapat lembaga itu, tapi sewajarnya itu tidak terjadi," jelas koordinator kuasa hukum Antasari Azhar, Juniver Girsang di kediaman Antasari, kemarin.

Ditegaskannya penyebutan status tersangka tersebut jelas hanya dapat dilakukan lembaga penyidik. Dalam hal ini kepolisian. Namun belum ada perubahan status dalam penyelidikan kasusnya terdahap Antasari. Ini berarti tidak ada lembaga lain yang boleh mengubah status Antasari dari saksi menjadi tersangka.

Menurutnya penyebutan status tersangka tadi merupakan kegabahan lembaga tersebut. Belum ada bukti yang menyatakan Antasari sebagai tersangka. Bahkan pemanggilan pertamanya pun masih baru dilakukan Senin mendatang. "Lagi-lagi itu sebagai saksi, bukan tersangka pemanggilannya," ungkapnya sambil menunjukan kembali surat panggilan itu.

Terkait penyebutan status tersangkat, dia meyakini adanya upaya memupuskan figur Antasari yang sudah dipercaya publik. Dengan kinerja lembaga KPK yang begitu bekerja optimal. Kinerja tersebut yang mungkin membuat ketidakpuasan sekelompok orang.

Didesak terkait skenario sistematis itu, Juniver Girsang menjelaskan sebagai langkah yang dilakukan kelompok orang yang memiliki kekuatan untuk tindakan tersebut. Namun menolak menyebutkan adanya keterlibatan pejabat negara dalam skenarion sistematis tadi. "Saya tidak sebut ada orang. Tapi nyatanya arah penyebutan tadi terlihat indikasi skenario tersebut," ucapnya.

Sebagai upaya membuktikan adanya skenarion tadi, dia bersama tim kuasa hukum Antasari telah mengumpulkan bukti-bukti. Bahan bukti tersbut bakal disampaikan dalam pemanggilan di Polda Metro Jaya. Sekaligus membantah keterlibatan dirinya dalam penembakan Nasarudin Zulkarnaen.

Ditambahkannya tuduhan melakukan dan terlibat dalam pembunuhan berencana atas Nasarudin Zulkarnaen tidaklah benar. Apalagi adanya hubungan dengan Rani Juliani juga dibantahnya. "Kita buktikan saja di pemeriksaan besok. Semua bakal semakin jelas," ungkapnya.

Dari kediaman Antasari Azhar suasananya tetap sepi. Tamu yang datang tidaklah banyak. Hanya kolegan dari pengacaranya saja. Dalam perbincangan para tamu itu mengarah pada pembentukan tim kuasa hukum. "Sekarang saya sudah ditunjuk sebagai koordinator. Masih kita godok tim pengacaranya. Kan musti yang berkualitas untuk tangani kasus ini," terang Juniver Girsang.

Kesehatan Antasari juga mulai membaik. Flunya tidak lagi banyak menggangu. Diharapkan tidak ada kesulitan saat mengikuti pemeriksaan awal di Polda Metro Jaya nanti. Begitu pula kondisi kesehatan anak dan istrinya, semuanya dalam kondisi baik. (rko)

Sumber:
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=60324
Minggu, 03-05-09 | 02:26



. . .


Pembunuhan Nasrudin Dikaitkan ke Skandal Century



Jakarta - Hiruk pikuk kasus bailout Bank Century membuka kesempatan untuk menghubung-hubungkannya dengan berbagai kasus lain. Tidak terkecuali terhadap kasus pembunuhan Nasrudin Zulkaren yang membuat Antasari Azhar lengser dari posisi Ketua KPK.

Penghubungan dilakukan Heri Santoso, satu dari empat terdakwa eksekutor pembunuhan Nasrudin. Ini terjadi dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Tangerang, Kamis (3/12/2009). Agenda sidang adalah pembacaan tuntutan penjara seumur hidup ditutup.

"Ini semua rekayasa, ada pesanan petinggi negara. Sudah jelas ini bermuara pada Century," teriak Heri ketika meninggalkan ruang sidang.

Mendengar teriakan tersebut, wartawan spontan memburu Heri yang tengah digiring polisi kembali ke mobil tahanan. "Siapa petinggi negara itu?" tanya wartawan.

"Saya tidak berani bicara. Anda sudah tahu siapa yang saya maksud," jawab Heri.

"Tahu dari mana ini berhubungan dengan Century?" kejar wartawan.

"Saya sudah lama tahu," balas Heri sambil memasuki mobil tahanan.

Karena tidak mungkin lagi bertanya pada Heri, wartawan langsung mengejar Emmanuel Wanggae, pengacara terdakwa. Tapi dia mengaku juga tidak tahu menahu di mana hubungan antara kasus pembunuhan Nasrudin dengan bailout Century.

"Kita tidak tahu itu," jawab Emmanuel.

Ketika pembunuhan berlangsung, Heri mengemudikan sepeda motor memboncengkan Daniel Siabon yang bertugas menarik pelatuk pistol. Anggota lain kelompok ini adalah Franciscus Padonkoan, Hendrikus Kia Walen dan Eduardus Ndopo Mbete yang juga dituntut hukuman seumur hidup.

(lh/iy)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/12/03/165256/1253595/10/pembunuhan-nasrudin-dikaitkan-ke-skandal-century
Kembali Ke Atas Go down

PengirimMessage
Administrator
Administrator
Administrator


Banyak Pemposan : 383
Sejak : 02.12.07

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   5/1/2010, 11:43

Sidang Terdakwa Antasari Azhar :

Hakim Minta Puslabfor Dihadirkan Kembali


"Bukti yang digunakan dalam sidang sebelumnya beda dari barang bukti yang digunakan."

Arry Anggadha, Eko Huda S.



VIVAnews - Majelis hakim merintahkan Jaksa Penuntut Umum kembali menghadirkan Puslabfor dan ahli forensik ke dalam persidangan dengan terdakwa Antasari Azhar. Perintah tersebut dilakukan setelah terjadi perdebatan terhadap proyektil dan senjata yang dijadikan barang bukti.

"Pada persidangan berikutnya, Puslabfor dan forensik dihadirkan kembali," kata Ketua Majelis Hakim, Heri Suwantoro dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 29 Desember 2009. "Foto asli juga dibawa."

Heri meminta, setelah didatangkan kembali Puslabfor dan forensik tidak ada lagi perdebatan mengenai proyektil dan senjata yang dijadikan sebagai barang bukti. "Jadi Jangan lagi ada polemik," kata dia.

Sebagaimana diketahui, dalam persidangan lanjutan perkara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain, terdapat perdebatan mengenai proyektil dan senjata yang dijadikan barang bukti di persidangan.

Kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir menilai barang bukti itu berbeda dengan barang bukti yang digunakan dalam persidangan sebelumnya. "Bukti yang digunakan dalam sidang sebelumnya berbeda dengan barang bukti yang digunakan sekarang," kata dia.

Kasus pembunuhan Nasrudin menyeret sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar, serta dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya.

Sumber:
http://nasional.vivanews.com/news/read/116864-hakim_minta_puslabfor_dihadirkan_kembali
Selasa, 29 Desember 2009, 11:33 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator


Banyak Pemposan : 383
Sejak : 02.12.07

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   5/1/2010, 11:45

"Penembak Nasrudin Sulit Dilakukan Amatir"

Pelatuk senjata revolver seperti yang digunakan membunuh Nasrudin termasuk keras.

Arry Anggadha, Eko Huda S


Nasrudin Zulkarnaen

VIVAnews - Penembakan terhadap Nasrudin Zulkarnain dinilai sulit dilakukan oleh seorang penembak amatir. Untuk menembak seperti itu, diperlukan latihan yang cukup.

Demikian disampaikan oleh saksi ahli dalam persidangan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain dengan terdakwa Antasari Azhar, Roy Haryanto ketika memberi keterangan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 29 Desember 2009.

"Tidak mungkin karena susah menembak dengan satu tangan," kata Roy. "Perlu latihan dengan 3 hingga 4 ribu butir untuk menyesuaikan diri."

Dia mengatakan dengan kondisi berjalan, akan sangat sulit bagi penembak jika tidak benar-benar terlatih dengan benar. "Untuk sasaran bergerak butuh lebih lama lagi (latihan). Tidak mungkin bisa hanya 2 atau 3 kali," kata dia.

Selain itu, menurut dia trigger atau pelatuk senjata revolver seperti yang digunakan membunuh Nasrudin termasuk keras, sehingga akurasinya tidak akurat. "Goyangan akan kuat," kata dia.

Dia juga mengatakan, bagi penembak amatir, setelah tembakan pertama akan sangat sulit menembak secara lurus pada tembakan berikutnya. Sehingga ketika ditanya apa mungkin tembakan kedua akan masuk dia menjawab, "Kondisinya susah, tapi kalau untung semua orang bisa untung," kata dia.

Mengenai pecahnya proyektil, Roy mengatakan proyektil itu tidak mungkin pecah hanya karena membentur kaca mobil. "Karena Kaca tidak sekeras timah," kata dia.

Kasus pembunuhan Nasrudin menyeret sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar, serta dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya.

Sumber:
http://nasional.vivanews.com/news/read/116931-_penembak_nasrudin_sulit_dilakukan_amatir_
Selasa, 29 Desember 2009, 14:18 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   5/1/2010, 11:46

Willi Diminta Mengaku Diperintah Hadiatmoko

Sebagaimana diketahui, saat itu Wakabareskrim dijabat Inspektur Jenderal Hadiatmoko.

Arry Anggadha, Eko Huda S


Sidang Pembunuhan Nasrudin : Wiliardi Wizard

VIVAnews - Istri Williardi Wizar, Novarina Williardi menegaskan suaminya pernah diminta mengaku diperintah oleh Antasari untuk membunuh Nasrudin. Dia mengaku permintaan itu dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.

Sebagaimana diketahui, saat itu Wakabareskrim dijabat Inspektur Jenderal Hadiatmoko.

Keterangan Nova tersebut diungkapkan ketika memberikan kesaksian dalam persidangan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 29 Desember 2009.

Nova menjelaskan, saat dirinya ingin membesuk Williardi pada tanggal 30 April 2009 di tahanan Bareskrim Mabes Polri, dia dihambat oleh petugas. Saat itu, kata dia, petugas mengatakan Williardi sedang menerima tamu. Setelah berhasil masuk, lanjut dia, ternyata tamu tersebut sudah pulang. "Lalu saya tanyakan siapa tamunya. Dia menjawab Wakabareskrim," kata dia.

Lalu Nova kembali bertanya kepada Willi tentang apa yang dibicarakan dengan Wakabareskrim tersebut. "Dia bilang kalau saya disuruh mengaku diperintah Antasari," kata Nova menirukan jawaban Williardi.

Saat itu, lanjut dia, Willi langsung mencium kaki Nova. "Dia bersumpah tidak melakukan itu," kata dia.

Selain mendapat permintaan dari Wakabareskrim, Nova mengatakan Williardi juga diminta oleh Direktur Penyidikan Polda Metro Jaya untuk mengaku mendapat perintah dari Antasari.

Selain itu, Novarina juga mengatakan dirinya dipersulit dalam membesuk Willi di tahanan. Dia mengatakan sulit membesuk Williardi setelah suaminya dipindahkan dari tahanan Polda Metro Jaya ke tahanan Bareskrim Mabes Polri. "Terdapat tulisan yang bunyinya barang siapa yang menjenguk Williardi harus seizin Wakabareskrim," kata dia.

Kasus pembunuhan Nasrudin menyeret sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar, serta dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya.

Sumber:
http://nasional.vivanews.com/news/read/116848-willi_diminta_mengaku_diperintah_hadiatmoko
Selasa, 29 Desember 2009, 11:16 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   5/1/2010, 11:48

Sebelum P21, Williardi Sempat Menghadap Susno

Pertemuan itu dilakukan pada lima hari sebelum kasus Williardi dinyatakan lengkap (P21).

Arry Anggadha, Eko Huda S


Susno Duadji, Kabareskrim Mabes POLRI

VIVAnews - Williardi Wizar dan Istrinya, Nova Williardi pernah menghadap Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim). Saat itu Kabareskrim dijabat Komisaris Jenderal Susno Duadji.

Pertemuan itu dilakukan pada lima hari sebelum kasus Williardi dinyatakan lengkap (P21) atau pada Oktober 2009.

Hal itu terungkap dari kesaksian Novarina dalam persidangan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain dengan terdakwa Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 29 Desember 2009.

"Dia panggil suami saya dengan panggilan Dik (adik)," kata Nova.

"Saya ingin kalau AA bebas, kamu juga bebas. Saya ngga mau kalau AA bebas kamu dihukum berat," kata Novarina menirukan Kabareskrim saat itu.

Mendengar pernyataan Kabareskrim tersebut, jelas Nova, suaminya bersumpah bahwa dirinya tidak pernah diperintah oleh Antasari. "Demi Allah, saya bersumpah tidak pernah mendapat perintah dari Antasari," kata Nova menirukan Williardi saat itu.

Nova mengaku dia tidak berdua menghadap Kabareskrim. Selain dirinya dan suaminya, dia mengaku ditemani oleh Wakabareskrim, Direktur Reserse Polda Metro Jaya, dan penyidik.

Sumber:
http://nasional.vivanews.com/news/read/116894-sebelum_p21__williardi_sempat_menghadap_susno
Selasa, 29 Desember 2009, 12:24 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   5/1/2010, 11:51

Jaksa Tolak Kesaksian Istri Williardi Wizar

Dengan keberatan itu, Ketua Majelis Hakim, Hery Suwantoro hanya menyatakan mencatatnya.

Ismoko Widjaya, Eko Huda S


Video pemeriksaan Williardi Wizar milik Mabes Polri

VIVAnews - Jaksa Penuntut Umum kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar menolak Istri Williardi Wizar, Novarina, bersaksi untuk Antasari. Jaksa menilai Novarina telah sering hadir mengunjungi persidangan.

"Sehingga kami merasa saksi ini tidak bisa sangat-sangat obyektif," kata Jaksa Penuntut Umum, Cirus Sinaga dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 29 Desember 2009. "Kami keberatan saksi ini."

Dengan keberatan itu, Ketua Majelis Hakim, Hery Suwantoro hanya menyatakan keberatan Jaksa dicatat. "Majelis hakim memberi kesempatan (kepada saksi)," kata Hery.

Saat ini, persidangan kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Antasari sedang berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan Novarina. Selain Novarina, kuasa hukum Antasari juga menghadirkan seorang saksi ahli, yaitu mantan atlet tembak nasional.

Seperti diketahui, dalam testimoni yang dibuat, Williardi dan Istrinya, Novarina pada tanggal 30 April 2009 mengaku pernah didatangi oleh Hadiatmoko dan kemudian dibawa ke ruang Kaden B.

Dalam testimoni itu juga, Novarina menanyakan pembicaraan antara Willi dan Hadiatmoko. Dimana Willi mengaku disuruh mengakui bahwa dia diminta menjawab diperintah Antasari untuk membunuh Nasrudin.

Sumber:
http://nasional.vivanews.com/news/read/116807-jaksa_tolak_kesaksian_istri_williardi_wizar
Selasa, 29 Desember 2009, 10:07 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   5/1/2010, 11:52

Kubu Antasari: Ada SMS Ancaman di HP Nasrudin

SMS ancaman itu diketahui berdasarkan hasil penelitian tim ahli Informasi Teknologi (IT).

Ismoko Widjaya, Eko Huda S



VIVAnews - Kuasa hukum Antasari Azhar membenarkan adanya pesan singkat (SMS) yang berisi ancaman di telepon seluler milik Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen yang tewas tertembak. SMS ancaman itu diketahui berdasarkan hasil penelitian tim ahli Informasi Teknologi (IT).

"Kita bisa menjelaskan ternyata SMS ancaman itu benar ada, tapi SMS itu bukan dikirim oleh Pak Antasari," kata salah satu pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir dalam perbincangan dengan VIVAnews, Senin 4 Januari 2010 malam.

Dia mengatakan SMS itu dikirim oleh pihak ketiga dengan menggunakan alat tertentu. Tujuannya, kata dia, untuk mendeskreditkan Antasari.

Dalam persidangan sebelumnya, dua ahli IT dari ITB yang diajukan oleh kubu Antasari tidak menemukan SMS ancaman di telepon seluler Nasrudin yang dijadikan barang bukti di depan persidangan.

Menurut ahli IT, terdapat tiga kemungkinan mengapa SMS itu tidak bisa ditemukan dalam HP tersebut. Kemungkinan pertama memang tidak pernah ada SMS, kedua pernah ada tapi dihapus. Dan ketiga, ada SMS tapi tertimpa (pesan lain).

Menurut ahli dalam persidangan saat itu, untuk mengetahuinya, diperlukan sebuah alat yang disebut Call Detile Recorder (CDR) yang dimiliki oleh operator.

Nasrudin ditembak pada 14 Maret 2009. Dia meninggal 22 jam kemudian akibat dua peluru bersarang di kepalanya. Terbunuhnya direktur PT Putra Rajawali Banjaran ini menyeret sembilan terdakwa.

Lima di antaranya berperan sebagai eksekutor. Saat ini kelimanya sudah dituntut penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Tangerang. Kasus pembunuhan ini juga menyeret empat nama lainnya yakni mantan Ketua KPK Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Williardi Wizar, Bos Koran Merdeka Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo.

Sumber:
http://nasional.vivanews.com/news/read/118438-kubu_antasari__ada_sms_ancaman_di_hp_nasrudin
Selasa, 5 Januari 2010, 06:13 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   5/1/2010, 11:55

Antasari Ungkap Otak Pengirim SMS ke Nasrudin

Antasari akan mengungkapkan hasil penelitian saksi ahli tentang pesan singkat.

Ismoko Widjaya, Eko Huda S


Ketua KPK, Antasari Azhar

VIVAnews - Persidangan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar memasuki persidangan ke-21. Antasari akan mengungkapkan hasil penelitian saksi ahli tentang pesan singkat di telepon seluler milik Nasrudin.

"Besok (hari ini) kami masih pemeriksaan hasil penelitian dari IT yang memeriksa SMS, sudah ada hasilnya," kata salah satu kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, saat dihubungi VIVAnews, Senin 4 Januari 2010 malam.

Dia mengatakan dari hasil penelitian Tim IT diketahui bahwa memang ada SMS ancaman di telepon seluler milik Nasrudin Zulkarnaen. Tapi, SMS itu bukan dikirim oleh Antasari.

Dia menjelaskan SMS itu dikirim oleh pihak ketiga dengan menggunakan alat tertentu untuk mendeskreditkan Antasari. "Nah itu besok akan kita bongkar otak sebenarnya yang mengirim SMS itu," kata dia. "Nanti dalam persidangan akan kita ungkapkan," kata dia.

Dalam persidangan sebelumnya, dua ahli IT dari ITB yang diajukan oleh kubu Antasari tidak menemukan SMS ancaman di telepon seluler Nasrudin, yang dijadikan barang bukti di depan persidangan.

Menurut ahli IT, terdapat tiga kemungkinan mengapa SMS itu tidak bisa ditemukan dalam HP itu. Kemungkinan pertama memang tidak pernah ada SMS, kedua pernah ada tapi dihapus. Dan ketiga, ada SMS tapi tertimpa (pesan lain).

Menurut ahli dalam persidangan saat itu, untuk mengetahuinya, diperlukan sebuah alat yang disebut Call Detile Recorder (CDR) yang dimiliki oleh operator.

Nasrudin ditembak pada 14 Maret 2009. Dia meninggal 22 jam kemudian akibat dua peluru bersarang di kepalanya. Terbunuhnya direktur PT Putra Rajawali Banjaran ini menyeret sembilan terdakwa.

Lima di antaranya berperan sebagai eksekutor. Saat ini kelimanya sudah dituntut penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Tangerang.

Kasus pembunuhan ini juga menyeret empat nama lainnya yakni mantan Ketua KPK Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Williardi Wizar, Bos Koran Merdeka Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lomm.

Sumber:
http://nasional.vivanews.com/news/read/118437-antasari_ungkap_otak_pengirim_sms_ke_nasrudin
Selasa, 5 Januari 2010, 07:07 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   11/1/2010, 20:38

Susno Pertanyakan Polri Berlakukan Sidang Kode Etik


Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji, menjadi saksi meringankan terdakwa pembunuhan Nasrudin, Antasari Azhar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis, (7/1). (ANTARA/Yudhi Mahatma)


Jakarta (ANTARA News) - Komjen Pol Susno Duadji mempertanyakan rencana pimpinan Polri yang akan memberlakukan sidang kode etik terhadap dirinya terkait kehadiran sebagai saksi pada sidang Antasari Azhar.

"Masa mau kasih (sidang) kode etik kepada anggota yang memenuhi Undang-Undang," kata Susno di Jakarta, Jumat.

Susno menuturkan pihaknya bersedia menjadi saksi sebagai pribadi karena melaksanakan perintah Undang-Undang dan sudah meminta izin kepada Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri melalui sekretaris pribadinya (sepri).

Susno menjelaskan izin itu disampaikan melalui pesan singkat melalui sepri Kapolri dan untuk meyakinkan mantan Kapolda Jawa Barat itu juga mengirim pesan singkat kepada sepri Kepala Bareskrim Polri.

Jenderal bintang tiga itu menyatakan dirinya menyimpulkan tidak ada larangan untuk menjadi saksi pada sidang Antasari Azhar karena pesan singkat kepada sepri tidak ada balasan dari Kapolri.

Susno menerima surat panggilan menjadi saksi dari pengacara pada tiga hari sebelum sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/1) dan pihak pengacara terdakwa juga sudah meminta izin kepada Kapolri karena ada tembusannya dalam surat panggilan itu.

"Saya tidak berkepentingan untuk mengecek itu, apa tembusannya sudah diterima atau belum," ujar Susno.

Mantan Kabareskrim itu menuturkan kehadirannya menjadi saksi Antasari Azhar karena untuk mematuhi Undang-Undang (UU) dan tidak punya motivasi atau niatan tertentu sehingga tidak perlu meminta izin.

Keputusannya memberikan kesaksian juga tidak bertentang dengan kode etik kepolisian karena kedudukan UU lebih tinggi dibanding kode etik dan aturan perundangan tidak boleh dikesampingkan, lanjut Susno mengatakan.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri sudah membentuk tim pemeriksaan terhadap Susno yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian karena menjadi saksi persidangan saat jam dinas tanpa izin pimpinannya.

Kapolri juga memerintahkan Wakapolri, Komjen Pol Yusuf Manggabarani untuk menindaklanjuti dan mengawasi kinerja tim pemeriksa Susno yang terdiri dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) dan Badan Pembinaan Pembinaan Hukum (Banbinkam).

Jika terbukti melanggar, Susno akan dihadapkan pada sidang disiplin dan kode etik dengan ancaman mendapatkan sanksi teguran hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).(*)

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/1262958703/susno-pertanyakan-polri-berlakukan-sidang-kode-etik
Jumat, 8 Januari 2010 20:51 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   11/1/2010, 20:39

Kontras: Polri Tidak Perlu Berlebihan Tanggapi Susno


Jakarta (ANTARA News) - Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kontras Usman Hamid mengingatkan agar jajaran pimpinan Polri tidak perlu berlebihan menanggapi sikap dan pernyataan Komjen Pol Susno di media massa.

"Polri sebaiknya fokus saja pada pemeriksaan yang obyektif terhadap kehadiran Susno pada sidang Antasari," kata Usman di Jakarta, Jumat.

Usman meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bertindak lebih proaktif untuk mengklarifikasi kasus Susno ini agar ada pendapat alternatif yang bisa menjembatani situasi tersebut.

Pimpinan Kontras juga menuturkan pemeriksaan internal Polri jangan kembali terulang pada kejadian Susno sebelumnya terkait kasus penetapan tersangka terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

Apabila hasil pemeriksaan internal Polri terhadap Susno menunjukkan kecenderungan subyektif maka posisi Polri akan semakin sulit untuk memulihkan krisis kepercayaan dari masyarakat.

"Bahkan lebih jauh, berpotensi menimbulkan demoralisasi pada seluruh jajaran polri," ungkap Usman.

Sebelumnya, Kamis (7/1), Susno menjadi saksi meringankan terdakwa Antasari Azhar pada sidang pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun kesaksian Susno itu mendapatkan reaksi dari Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri karena Susno sebagai perwira tinggi Polri tidak meminta izin menjadi saksi persidangan.

Akibatnya, Susno akan menjalani pemeriksaan karena diduga melanggar disiplin dan kode etik sehingga terancam mendapatkan sanksi berupa teguran hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).(*)

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/1262961717/kontras-polri-tidak-perlu-berlebihan-tanggapi-susno
Jumat, 8 Januari 2010 21:41 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   11/1/2010, 20:40

Susno Cabut Laporan


Komjen Pol Susno Duadji


Jakarta, (ANTARA News) - Pengacara Susno Duadji, Jhoni Situwanda mengatakan kliennya mencabut laporan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada Bambang Widodo Umar karena terlapor merupakan senior di kepolisian.

"Pak Susno mengatakan masalahnya tidak perlu diperpanjang," kata Jhoni Situwanda di Jakarta, Senin.

Jhoni menuturkan Susno meminta tim pengacaranya yang mendapat kuasa penuh untuk mencabut laporan pencemaran nama baiknya yang dituduhkan kepada Bambang Widodo Umar

Pengacara itu menyatakan Susno membaca laporan pencemaran nama baiknya dan tim kuasa hukum diundang mengadakan pertemuan untuk diskusi dan sepakat mencabut laporannya.

Rencananya tim kuasa hukum akan mencabut laporan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada Bambang Widodo Umar di Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin (11/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Jhoni tidak mengetahui apakah selama ini Susno dengan Bambang Widodo Umar ada komunikasi untuk menyelesaikan kasusnya di luar jalur hukum.

Sebelumnya, Senin (4/1), mantan Kepala Bareskrim Polri itu melalui tim pengacaranya melaporkan pakar ilmu kepolisian dari Universitas Indonesia, Bambang Widodo Umar kepada Polres Metro Jakarta Pusat karena pernyataan pada salah satu media cetak dan majalah.

Susno keberatan dengan pernyataan Bambang pada kedua media cetak itu terkait tuduhan jenderal bintang tiga itu bermasalah karena sudah membuka permusuhan dengan masyarakat, serta Susno diduga merekayasa perkara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Susno sempat menyatakan laporan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada Bambang Widodo Umar merupakan masalah kecil dan tidak perlu dibesarkan.(*)

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/1263179590/susno-cabut-laporan
Senin, 11 Januari 2010 10:13 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   11/1/2010, 20:40

Polri Siap Usut Ancaman Jika Susno Lapor


Wakadiv Humas POLRI Brigjen Pol. Sulistyo Ishak. (ANTARA)


Jakarta,(ANTARA News) - Wakil Kepala Divisi (Wakadiv) Humas Polri, Brigjen Pol. Sulistyo Ishak mengatakan siap mengusut ancaman pembunuhan melalui pesan singkat terhadap Komjen Pol Susno Duadji apabila ada laporan resmi.

"Kalau benar itu (ancaman) tentunya kita berharap akan mengusut apabila ada laporan resmi," kata Sulistyo saat dihubungi melalui telepon selular di Jakarta, Senin.

Ia menuturkan masyarakat maupun pihak terkait jangan terbawa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mengirimkan pesan singkat tersebut.

Pihak Polri belum mengambil langkah hukum terkait dugaan ancaman melalui pesan singkat terhadap jenderal bintang tiga itu karena belum ada laporan resmi.

Sebelumnya, Susno mendapatkan ancaman pesan singkat melalui telepon selular yang setelah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu berbicara kepada media massa terkait kesaksiannya pada sidang Antasari Azhar.

Susno menerima pesan singkat yang berisi : "Susno!! Sekali lagi kau tampil di media atau koran, mampus, kami tau cara cepat menghabisimu".

Selain itu, pesan singkat lainnya : "Sekali lagi kau berani buka pada media, nyawamu gentayangan, cucu kesayanganmu jangan ditanya" dan "Susno!! sekali lagi kau tampil di media atau koran, mampus, kamu tahu kan cara cepat menghabisimu".

Sulistyo menyatakan pihaknya belum mengetahui motif ancaman kepada Susno dan siapa pelakunya. "Kan kita belum tahu sumbernya," ujar Sulistyo.(*)

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/1263184175/polri-siap-usut-ancaman-jika-susno-lapor
Senin, 11 Januari 2010 11:29 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   11/1/2010, 20:41

Kabareskrim: Pengawalan Terhadap Susno Tergantung Pimpinan


Kabareskrim: Pengawalan Terhadap Susno Tergantung Pimpinan

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Ito Sumardi mengatakan, pemberian pengawalan terhadap Komjen Pol. Susno Duadji tergantung pimpinan Polri.

"Itu terserah bagaimana pimpinan (Polri) saja," kata Ito di Mabes Polri, Senin.

Pernyataan Ito itu terkait dengan pertanyaan wartawan terkait perlu atau tidaknya pengawalan terhadap Susno setelah menerima ancaman pembunuhan melalui pesan singkat telepon selular karena mengeluarkan komentarnya di media massa.

Ito menyatakan pemberian pengawalan terhadap perwira tinggi (pati) Polri yang mendapatkan ancaman sudah ada aturan institusi, namun prosedur aturannya bukan dari Bareskrim.

Seorang pati Polri bisa mendapatkan pengawalan dengan pertimbangan ada potensi ancaman terhadap keselamatan jiwanya, namun semuanya harus sudah siap menghadapi segala sesuatunya, lanjutnya.

Mantan Kapolda Sumatra Selatan itu menjelaskan seorang polisi termasuk Kabareskrim yang berpotensi mendapatkan ancaman tidak mendapatkan pengawalan kecuali Kapolri.

"Kita tunggu pertimbangan dari Mabes Polri kalau ada pemberian fasilitas pengawalan bukan dari Bareskrim, tapi kalau dari mabes silakan saja," ujarnya seraya menambahkan bagian Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) yang berwenang mempertimbangkan pengawalan bagi pati Polri.

Kabareskrim juga menyatakan siap mengusut ancaman pembunuhan melalui pesan singkat terhadap Susno, jika jenderal bintang tiga itu melaporkan secara resmi kepada polisi.

"Itu baru berita saja kan belum dilaporkan. Tentunya kita juga akan melakukan penyelidikan kalau dilaporkan," kata Ito.

Sebelumnya, Susno mendapatkan ancaman pesan singkat melalui telepon selular setelah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu berbicara kepada media massa terkait kesaksiannya pada sidang Antasari Azhar. (*)

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/1263188629/kabareskrim-pengawalan-terhadap-susno-tergantung-pimpinan
Senin, 11 Januari 2010 12:43 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   11/1/2010, 20:41

Polri Proaktif Datangi Saksi Pemeriksaan Susno


Komjen Pol Susno Duadji. (ANTARA/Yudhi Mahatma)


Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bekerja proaktif mendatangi para saksi dalam proses pemeriksaan Komjen Pol. Susno Duadji karena dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik.

"Kita tidak undang (saksi), tapi datang proaktif," kata Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam), Irjen Pol. Oegroseno di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin.

Oegroseno menuturkan, tim pemeriksa dugaan pelanggaran disiplin Susno sudah mulai bekerja sesuai fungsi dan prosedur Propam Polri pada Senin (11/1).

Pemeriksa dugaan pelanggaran Susno akan meminta keterangan dari para saksi yakni tim pengacara Antasari Azhar, antara lain Juniver Girsang, Ari Yusuf Amir, M. Assegaf.

Oegroseno juga menuturkan tim pemeriksa juga akan meminta keterangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menggelar sidang Antasari Azhar saat Susno bersaksi.

Dia menambahkan, Polri akan meminta penjelasan tim kuasa hukum Antasari Azhar yang mengundang Susno menjadi saksi dan meminta klarifikasi terkait permasalahannya.

"Modelnya bukan pidana seperti dipanggil dan ditunggu sekian hari," ujar Oegroseno.

Sementara itu, tim pemeriksa juga akan memanggil Susno dengan target waktu menyelesaikan masalah selama satu pekan karena masih ada persoalan lain yang harus diselesaikan.

Kapolri, Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri sudah membentuk tim pemeriksa dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik karena menjadi saksi meringankan terdakwa Antasari Azhar pada sidang pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Kapolri memerintahkan Wakapolri, Komjen Pol. Yusuf Manggabarani untuk mengawasi kinerja tim pemeriksa yang terdiri dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), Divpropam dan Bagian Pembinaan Hukum (Baminkum) dengan target laporan selesai sekitar satu pekan.(*)

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/1263196485/polri-proaktif-datangi-saksi-pemeriksaan-susno
Senin, 11 Januari 2010 14:54 WIB
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin   

Kembali Ke Atas Go down
 
KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 2Pilih halaman : Previous  1, 2

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORKOM EKS MENWA UI :: FORUM BEBAS :: Wawasan Pemandangan :: Sosial - Politik - Ekonomi - Hukum dan Kriminalitas-
Navigasi: