FORKOM EKS MENWA UI



 
IndeksPortalMilisWebBeritaGalleryCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
PARA ALUMNI DAN ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA SILAHKAN BERGABUNG DI FORUM KOMUNIKASI INI ...
ANDA ANGKATAN APA?
Latest topics
» LENSA: 4 Cara Suap Resmi di Indonesia: Militer AS vs Militer RI
4/3/2015, 14:55 by uddin_jaya4

» SalamYonUI
4/3/2015, 14:27 by uddin_jaya4

» TEMU ALUMNI MENWA UI 2014
5/3/2014, 22:11 by suci.pratiwi

» KESAN: Pengalaman Sebagi Perwira TNI
5/10/2013, 17:18 by hanung sunarwibowo

» FOTO: LASARMIL MENWA UI 2010
7/6/2011, 14:57 by roy

» UCAPAN: Selamat Natal dan Tahun Baru
28/12/2010, 11:37 by Administrator

» jual kamera cctv 3G cam cuma 2,35jt aj
21/12/2010, 10:06 by toekang.modem03

» jual modem xtend pengganti supreme hrg terjangkau
21/12/2010, 10:02 by toekang.modem03

» ESAI: Negara Manakah Terkaya di Dunia?
1/9/2010, 01:56 by Administrator

» WEBINFO: Alamat Internet Situs Alumni MENWA UI
23/8/2010, 03:04 by Administrator

» WEBINFO: E-mail Alumni MENWA
23/8/2010, 02:32 by TESQSCAPE

» INTRO: TESQSCAPE
23/8/2010, 02:26 by TESQSCAPE

» LENSA: Pendidikan Bela Negara MENWA UI
23/7/2010, 06:50 by Administrator

» WTS: M1306 Black 300rb + PCI Serial + USB 3.0
20/7/2010, 11:28 by toekang.modem03

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
22/2/2010, 08:44 by Administrator

» HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"
11/1/2010, 20:47 by Administrator

» KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin
11/1/2010, 20:41 by Administrator

» KASUS: Cicak VS Buaya | KPK VS POLRI: Skandal Bank Century dan Keterlibatan Para Petinggi Negara RI
11/1/2010, 20:37 by Administrator

» LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia
4/1/2010, 08:33 by Administrator

» LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY
4/1/2010, 08:17 by Administrator

» KONTROVERSI: BALIBO: Pembantaian Lima Wartawan Australia oleh TNI di TimTim
4/1/2010, 07:22 by Administrator

» WTS: WaveCom Terlengkap Buat Server Pulsa
10/12/2009, 11:10 by toekang.modem03

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Enjoy Urus Hilir Migas
15/10/2009, 06:50 by Administrator

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Calon Kuat Menteri ESDM?
15/10/2009, 05:26 by Administrator

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Dianugerahkan Tanda Kehormatan SatyaLancana WiraKarya
15/10/2009, 05:24 by Administrator

» LENSA: OutBound di Lingkungan MENWA UI
8/10/2009, 19:00 by Administrator

» INFOTEK: REAL-KILLER CELLULAR FIREGUN: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
26/9/2009, 15:23 by EE ONE S

» INFOTEK: ANTICRIME CELL STUNGUN: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
26/9/2009, 14:45 by EE ONE S

» KULTUM: FITHR dan FITHRAH. Apa Ma'na Sebenarnya?
26/9/2009, 13:48 by EE ONE S

» UCAPAN: Selamat 'Iydul Fithri - Mohon Ma'af Lahir dan Bathin
26/9/2009, 07:52 by Administrator

» KULTUM: SHILATURRAHIMI: Kenapa? Untuk Apa? Bagaimana?
26/9/2009, 06:50 by Administrator

» DIKLAT: Terjun | AeroSport: Parachuting + Sky Diving
25/9/2009, 08:34 by Administrator

» LOGO: Forum Komunikasi Alumni MENWA UI
25/9/2009, 08:26 by Administrator

» INFO: Angkatan MENWA UI
22/9/2009, 18:35 by hanung sunarwibowo

» LAPOR: Hanung Sunarwibowo 1987: Calon Tamtama Baru
22/9/2009, 17:38 by Administrator

» INFO: Hari-Raya Lebaran | 'Iydul Fithri 1 Syawal 1430 H = 20 September 2009 M
16/9/2009, 17:49 by Administrator

» NEWS: UI Targetkan Beasiswa Capai Rp 40 Miliar
16/9/2009, 16:58 by Administrator

» LENSA: Wujud Nyata Toleransi Antar Umat Beragama
28/8/2009, 07:26 by Administrator

» DZIKIR: Muslim? Segera Dirikan Sholat. Waktu Tiba. Allah Tunggu Laporan Anda!!!
28/8/2009, 04:50 by Administrator

» ACARA: Buka Puasa Bersama MENWA UI 2009: Sabtu 05-09-09 16:00 WIB
27/8/2009, 20:26 by Administrator

» LAPOR: Arfan. Angkatan Rencong. Salam
27/8/2009, 20:13 by Administrator

» PUASA: Jadwal Sholat dan Imsyak Ramadhan Seluruh Wilayah Indonesia
23/8/2009, 12:27 by Administrator

» NEWS: Jakarta Kembali Diguncang Teror Bom 17-07-09
8/8/2009, 18:16 by Administrator

» INFO: Uang Pecahan Baru Rp 2.000
20/7/2009, 08:24 by Administrator

» UCAPAN: Met UlTah ... ... ...
19/7/2009, 21:38 by Mona Liza

» UNIK: A Very Special Time Forever: 12:34:56 07/08/09
19/7/2009, 06:51 by Administrator

» SERBA-SERBI: Sesal Dahulu Pendapatan. Sesal Kemudian Tak Berguna
18/7/2009, 10:10 by Administrator

» KONFERENSI PERS SBY: INFO BIN: SBY Akan Ditembak Teroris di Kepala
18/7/2009, 10:00 by Administrator

» LAPOR: Lapor Juga: Mona Liza Merpati ...
18/7/2009, 09:51 by Administrator

» LAPOR: Andra. Arjuna 96: Salam Kenal
18/7/2009, 09:49 by Administrator

Top posters
Administrator (383)
 
uddin_jaya4 (48)
 
EE ONE S (36)
 
ben (29)
 
hanung sunarwibowo (12)
 
Dedy Afianto (10)
 
Chandra Susanto (5)
 
toekang.modem03 (4)
 
Mona Liza (4)
 
PROTEK (2)
 
Statistics
Total 113 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah rmochtar

Total 546 kiriman artikel dari user in 117 subjects
User Yang Sedang Online
Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 34 pada 4/6/2013, 23:59
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
November 2017
MonTueWedThuFriSatSun
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
CalendarCalendar
MILIS EXMENWA-UI

Untuk yang sudah bergabung



klik ikon diatas ini untuk
melihat pesan e-mail terakhir!



Untuk yang belum bergabung



klik ikon diatas ini untuk
menjadi anggota milis.
Berita Terkini
UNIVERSITAS INDONESIA


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI
Poll
Anda Angkatan Apa?
WALAWA | SATGASMA
7%
 7% [ 1 ]
Kalong
7%
 7% [ 1 ]
Garuda
0%
 0% [ 0 ]
Rajawali
0%
 0% [ 0 ]
Jaya IV
7%
 7% [ 1 ]
Yudha
0%
 0% [ 0 ]
Ksatria
0%
 0% [ 0 ]
Mandala
7%
 7% [ 1 ]
Elang
0%
 0% [ 0 ]
Kobra
14%
 14% [ 2 ]
Lumba-Lumba
0%
 0% [ 0 ]
Cakra
0%
 0% [ 0 ]
Merpati
7%
 7% [ 1 ]
Kamboja
0%
 0% [ 0 ]
Seroja
0%
 0% [ 0 ]
Pasopati
0%
 0% [ 0 ]
Bima
0%
 0% [ 0 ]
Arjuna
7%
 7% [ 1 ]
Yudistira
0%
 0% [ 0 ]
Kresna
0%
 0% [ 0 ]
Nakula-Sadewa
0%
 0% [ 0 ]
Gagak
0%
 0% [ 0 ]
Rencong
14%
 14% [ 2 ]
Wira Makara
0%
 0% [ 0 ]
Lainnya
29%
 29% [ 4 ]
Total Suara : 14
Internet Banking
Iklan

Share | 
 

 LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 19761982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY   4/1/2010, 08:14

Rahasia dibalik bursa pemilihan para menteri SBY


JAKARTA - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai ada rencana tersembunyi yang berbahaya terkait pemilihan orang-orang yang kontroversial dalam kabinet 2009-2014. Rencana itu menurut Boni, bisa terkait dengan pencitraan SBY setelah 2014.

"Nampaknya SBY memilih orang-orang yang tidak kredibel atau ada yang kredibel namun ditempatkan di tempat yang sama sekali bukan bidangnya itu bertujuan agar dirinya tetap menjadi yang terbaik di antara bawahannya," papar Boni di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2009) .

Dengan begitu, sambung dia, maka pada 2014 nanti ada opini yang akan dikembangkan bahwa tidak ada anak bangsa yang lebih baik daripada SBY.

"Kepemimpinannya juga harus dilanjutkan pasca 2014 melalui amandemen kelima UUD 45," ujar Boni.

Boni mencontohkan, ada tiga orang dari parpol dalam pemilu lalu yang gagal menjadi anggota DPR dan DPD. "Orang-orang yang tidak diinginkan rakyat ini diangkatnya menjadi menteri," kata dia.

SBY, imbuh dia, tahu persis bahwa dengan memiliki bawahan-bawahan berkemampuan standar, maka dirinya saja yang bisa eksis dan dihormati sebagai pemimpin yang terbaik.

"Tengok saja ada Patrialis Akbar yang gagal menjadi anggota DPD, kemudian diplot menjadi menkum HAM.. Terus ada Agung Laksono yang diangkat menjadi Menko Kesra. Ini kan aneh, orang yang gak disukai oleh rakyat disuruh ngurusin rakyat. Terus ada juga Wasekjen PKB, Helmy Faishal yang juga tidak terpilih pada pemilu lalu dan tidak jelas track recordnya, juga diangkat jadi menteri," tambah Boni.

SBY kelihatannya tahu persis peta kader-kader potensial dari partai pendukung, sehingga hanya orang-orang "kacangan" yang diambil oleh SBY dan bukan kader terbaik partai. Boni pun menyayangkan sikap para petinggi partai yang tidak menyadari hal ini dan menjadi pion yang dimainkan tanpa sadar.

"Lihat saja ada banyak nama di tubuh PKS yang lebih memiliki kapasitas sebagai menteri dengan latar belakang pendidikan yang tinggi serta dari kalangan generasi muda, tapi ini tidak dilirik kan oleh SBY. SBY justru mengambil yang tua-tua karena yang tua-tua ini tidak akan menjadi saingannya kelak. Itu baru PKS, belum lagi dengan PKB, PAN, PPP serta Golkar yang terakhir. Seluruh kader yang diambil oleh SBY bukanlah kader terbaik," imbuhnya.

Di kalangan internal PD atau para pendukung SBY pun sama. SBY menganggap kader terbaik dari Partai Demokrat akan berbahaya dan mengalahkan SBY jika diberi pos yang strategis.

"Contohnya adalah Andi Malarangeng yang ditempatkan menjadi Menteri Pemuda dan Olah Raga. SBY tahu dia harus memberi jatah bagi Andi, namun jatah itu janganlah posisi yang bisa membuatnya bersinar. Maka diletakkan lah Andi di Menpora, jadi hutangnya pada Andi lunas, sekaligus meredupkan sinar Andi. Kalau SBY memang mau menjadikan Andi salah satu tokoh, kan mestinya dia ditempatkan di posisi yang lebih pas, sebagai Mensesneg ataupun Sekab karena dia juga sudah berpengalaman di sana," tegasnya.

Nasib serupa juga menimpa kedua adik Andi Mallarangeng. . SBY membuat mereka seperti tokoh-tokoh politik yang dibenci rakyat, sehingga mereka yang dikenal sebagai pengkhianat ulung semakin dibenci oleh rakyat dan tidak mungkin bisa berkiprah jika tidak berada dibawah ketiak SBY.

SBY juga cerdas dalam berstrategi untuk menempatkan orang-orang tua di sekitarnya. "Dia jadikan Djoko Suyanto menjadi Menko Polhukam. Dia tahu nasib dan popularitas Djoko tidak akan jauh berbeda dengan Widodo AS yang redup begitu selesai menjabat. Jadi tidak mungkin Djoko kemudian menjadi saingannya kelak. Begitu juga Hatta Rajasa yang orang teknis. Jika dia ditempatkan di bidang teknis tentunya dia akan berkibar juga. Namun dia justru ditempatkan sebagai Menko Perekonomian, di mana dia tidak bisa bekerja maksimal," paparnya.

Boni pun berani bertaruh, mantan ketua dewan pakar tim sukses SBY-Boediono yang juga pengamat politik yang cemerlang Bima Arya Sugiarto tidak akan mendapatkan porsi apapun dalam kabinet mendatang.

"Banyak orang mengira bahwa Bima akan ditempatkan menjadi juru bicara presiden karena penampilannya yang menarik, cerdas, lulusan luar negeri, dan santun dalam berbicara, tapi saya bertaruh justru karena kelebihan-kelebihan nya itu Bima tidak akan mendapatkan posisi itu.

Jika Bima ditempatkan di posisi itu, maka akan berkibar kariernya dan itu yang tidak diingikan oleh SBY," jelasnya.

Analisa lainnya menurut Boni, juga bisa dilihat dari dukungan kepada orang-orang yang menjadi ketua lembaga tinggi Negara seperti MPR, DPD, dan bahkan pada Partai Golkar. "MPR kita tahu TK melakukan blunder ketika menjadi ketua MPR, ini diketahui persis oleh SBY dan TK pun kemudian menjadi bulan-bulanan. Demikian juga dengan ketua DPD yang tidak akan bersinar dan biasa-biasa saja," kata dia.

Sementara untuk Golkar, SBY lebih mendukung Aburizal Bakrie yang bermasalah dengan Lapindo. Jadi ini memang strategi yang sangat cerdas dengan mengunci semua simpul yang bisa menurunkan popularitasnya.

Jika SBY tidak mungkin lagi berkiprah pada 2014 karena mungkin kuatnya penolakan untuk mengamandemen UUD terutama yang terkait masa jabatan presiden, maka bisa jadi pula hal kemudian bisa dilimpahkan bagi keuntungan karier politik kedua putranya.

"Yah kalau diri sendiri tidak bisa, paling tidak hal itu akan berguna bagi kedua anaknya. SBY tentunya tidak menginginkan ada anak muda yang cerdas dan bersinar berada dalam pemerintahannya saat ini karena jika mereka dimasukkan maka nama mereka tentunya akan sangat popular dan justru kontraproduktif dan berdampak jelek bagi karier politik kedua putranya itu kelak. SBY tentunya menginginkan minimal salah satu putranya dapat mengikuti jejaknya kelak," tandasnya. (lam)

http://news.okezone.com/index.php/read/2009/10/21/339/267782/ogah-lengser-sby-incar-amandemen-uud-1945
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 19761982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY   4/1/2010, 08:15

NAMRU-2 Alat Intelijen AS


Mengapa Siti Fadilah batal jadi Menkes lagi?


Cerita ini, tidak saya dengar langsung. Hanya berdasarkan tuturan teman yang bertandang ke rumah Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari beberapa waktu lalu.

Teman saya itu ingin mengetahui bagaimana Siti mnejalani hari-hari terakhirnya sebagai menteri. Ternyata dari obrolan dengan Siti dia mendapat informasi menarik soal hal ihwal yang menyebabkan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu tidak dipilih kembali melanjutkan jabatannya Dari mulut periset spesialis penyakit jantung ini, cerita pun bergulir.

Siti tak menyangka, presiden SBY tidak memilihnya untuk melanjutkan jabatan MENKES. Padahal, sebelumnya dia sudah ditelepon dan diyakinkan akan kembali menjadi menteri. Pihak istana memintanya membuat road map yang berisi rincian program-program kesehatan lima tahun ke depan.

Siti sumringah menerima permintaan itu. Dengan cermat dia menyusun strategi dan program lima tahun ke depan. "Rinci setiap bulannya apa yang harus dikerjakan," kata Siti yang saya kutip dari teman saya itu.

Namun perkembangan penyusunan kabinet membuat dia kecewa. Telepon dari Istana tak datang lagi. Berdebar-debar menunggu, namun tak ada kabar. Sebaliknya dia pun mengetahui, ada orang lain yang sudah menjalani audisi calon menteri kesehatan di rumah pribadi presiden, Cikeas, Bogor.

Siti masygul. Terbayang kerja keras yang sudah dilakukannya selama menjabat. Banyak waktu buat keluarga terbuang, karena dia harus kerja keras demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Suami saya kena Leukimia, dokter memvonis hidupnya tinggal tiga bulan lagi. Tapi di waktu tiga bulan itu pun, saya tak bisa selalu ada didekatnya," ujar Siti yang menurut teman saya, matanya sudah berkaca-kaca. Mbrebes mili, kata orang Jawa. Muhamad Supari, suaminya meninggal pada 28 Maret 2009 lalu.

Semua pengorbanan itu seolah dianggap angin lalu. Karena presiden tidak memercayainya lagi. "Sungguh enak menteri selanjutnya, tinggal melanjutkan pekerjaan saya," ujarnya.

Mengapa setelah awalnya diberi sinyal untuk melanjutkan jabatan, tiba-tiba Siti tidak dipilih? Nah inilah rahasianya, yang tidak dituangkan teman saya di suratkabarnya.

Ada kolega Siti yang memberitahu bahwa namanya tidak diinginkan Amerika Serikat. Pelobi AS, meminta nama Siti tidak dimasukkan dalam kabinet. Apa alasannya?

Kita hanya bisa menduga, karena sepak terjang Siti selama menjabat sempat mengusik kepentingan negeri Tulang Sam itu. Dia bersuara lantang menolak proyek NAMRU-2: Naval Medical Research Unit 2 yang dilakukan Angkatan Laut AS di Indonesia. Dia menegaskan keberadaan NAMRU-2 menggangu kedaulatan Indonesia.

"Saya tidak akan rela kalau di wilayah yang berdaulat ini ada penelitian tapi ada militernya, tapi kok tidak jelas. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," kata Siti yang saya kutip dari detik.com, edisi Kamis 22 Oktober 2009.

Selain itu, Siti juga keras menolak dominasi WHO terhadap Indonesia. Menurutnya lembaga tersebut justru memfasilitasi lingkaran set-an, yang menyebabkan Indonesia tetap di bawah garis kemiskinan dan standar kesehatan yang rendah.

Lembaga tersebut merestui negara-negara kaya mengambil keuntungan dengan memproduksi vaksin dari virus yang berkembang di negara berkembang. Vaksin itu dijual mahal di negara berkembang. Menurut Siti, bukan tidak mungkin negara kaya tersebut menyebarkan virus dan juga menjual penangkalnya sekaligus.

Siti menolak memberikan sampel untuk memproduksi vaksin. Dia membuat gerah WHO dan negara-negara kaya. "Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat Freeport , dan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," ujarnya.

Sikap tegas Siti menolak intervensi asing ditunjukkan dengan memutasi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Bio Medis dan Farmasi, BALITBANGKES Endang Rahayu Sedyaningsih. Pasalnya, Endang memberikan 12 sampel virus flu burung kepada Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Kontrol Penyakit Amerika Serikat (USCDCP). Hal itu bertentangan dengan sikap Siti yang menolak memberikan sampel karena berpandangan pemberian itu hanya menguntungkan pihak asing (Media Indonesia edisi 22 Oktober 2009).

Nah ini uniknya. Pejabat yang sudah dimutasi Siti tersebut, justru kini diangkat presiden sebagai menteri kesehatan 2009-2014. Apakah Endang titipan AS? Saya tidak tahu pasti.

Tetapi jika benar dugaan itu, maka saya juga ikut masygul. Ternyata pertimbangan posisi menteri, bukan profesionalitas melainkan restu negara adikuasa. Bisa jadi, pemilihan menteri-menteri lain, juga bukan soal pengalaman, integritas atau keahilan, tapi semata-mata pertimbangan politis. Ini tergambar, dari komposisi menteri yang tampaknya lebih kental nuansa bagi-bagi kursi ketimbang profesionalitas.

Presiden bilang dia tidak gegabah menentukan menteri kabinetnya. Ah, entah apa artinya tidak gegabah ...(vidi vici)



sumber: Vidi, wartawan Sinar Harapan.
http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm



Silahkan baca juga di forum ini :

http://exmenwa-ui.talk-forums.com/administrator-area-f58/lensa-kontroversi-menkes-ri-namru-2-alat-intelijen-as-di-indonesia-t106.htm




KILAS BALIK PERISTIWA :

Heboh Kasus Buku Menkes Siti Fadila Supari: AS Marah?

AS Sangkal Pakai Sampel Virus Flu Burung RI untuk Senjata Biologi


Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari terkenal vokal berbicara ketidakadilan dalam pertukaran sampel virus penyebab penyakit mematikan, termasuk flu burung. Dalam buku yang baru saja diluncurkannya, dia menuduh AS dan WHO terlibat konspirasi melawan negara berkembang dalam menguasai sampel virus flu burung.

Terhadap tuduhan ini, AS jelas menyangkalnya. Sebagaimana dilansir harian terbitan Australia, The Age, edisi Kamis (21/2/2008), Jubir Deplu AS Susan Stahl membantah klaim Bu Menkes bahwa sampel virus flu burung Indonesia telah dikirim ke laboratorium senjata biologi di Los Alamos, New Mexico, AS.

"Laboratorium itu tidak memiliki virus flu burung dari Indonesia atau negara lainnya," ujar Stahl.

Siti Fadilah meluncurkan buku berjudul 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung' pada Rabu 6 Februari 2008.

Buku ini menarik perhatian media Barat karena dalam buku itu Menkes menulis konspirasi AS dan WHO dalam penguasaan sampel virus flu burung yang dianggap Menkes tidak adil dan tidak transparan. Negara penyumbang sampel virus, termasuk Indonesia, kesulitan mengakses sampel yang telah disumbangkannya dan tidak tahu apa yang terjadi pada virus itu.

Vaksin yang didapat dari virus flu burung made in Indonesia tersebut, lalu dikembangkan negara-negara maju yang tidak menjadi korban flu burung dan menjualnya kepada negara berkembang yang menjadi korban. Dari koran asing yang dibacanya, Menkes mendapatkan informasi bahwa virus flu burung dikirim ke Los Alamos National Laboratory di New Mexico, AS.

Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS. Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima. Lalu untuk apa data itu, untuk vaksin atau senjata kimia?

The Age menulis, Fadilah pada Rabu kemarin kembali menyatakan bahwa sampel virus flu burung Indonesia yang diberikan pada WHO telah dikirimkan ke laboratorium senjata biologi di Los Alamos."Apakah mereka menggunakan itu sebagai vaksin atau mengembangkan senjata kimia, semuanya tergantung pada kebutuhan dan kepentingan Pemerintah AS," kata Siti. "Ini sungguh situasi yang sangat berbahaya bagi kemanusiaan," imbuhnya.
http://www.detiknews.com/index.php/d...616/idkanal/10

Menkes Sangkal Tuduh AS Bikin Senjata Biologi dari Flu Burung
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari menelurkan buku bertajuk 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung'. Buku tersebut ramai diulas media Barat.

Media Barat menulis bahwa dalam buku itu Siti Fadilah mengurai konspirasi Barat dalam menggunakan sampel flu burung. Mereka yang terlibat adalah AS dan WHO, yang memanfaatkan virus itu untuk senjata biologi.

Menkes Siti Fadilah Supari pun menepis hal tersebut. "Saya tidak ada tulisan US government-nya," ujar Menkes saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/2/2008).

Menkes menjelaskan dalam buku yang diluncurkan 6 Februari 2008 itu dirinya tidak menuduh negara mana pun, termasuk AS.

Dia hanya mempertanyakan para peneliti di WHO menggunakan sampel virus flu burung negara berkembang untuk keperluan vaksin atau mengembangkan senjata kimia.

Siti Fadilah meluncurkan buku tersebut pada 6 Februari 2008. Buku itu setebal 182 halaman. Isinya adalah perjuangan menghapus ketidakadilan mekanisme pertukaran sampel virus yang telah berjalan selama 50 tahun.

Mekanisme yang diprotes tersebut adalah negara-negara berkembang yang menyumbangkan virusnya kepada WHO tidak bisa meminta hasil penelitian dan tidak dapat mengetahui apa yang terjadi dengan virus yang dikirimkan.
http://www.detiknews.com/index.php/d...752/idkanal/10

WHO: SBY Minta Buku Menkes Saatnya Dunia Berubah Ditarik
Jakarta - Media Barat ramai membicarakan buku Menkes Siti Fadilah Supari yang berjudul "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung" yang membongkar konspirasi Barat tentang sampel virus flu burung. Informasi yang berkembang, buku itu diminta ditarik dari pasar oleh Presiden SBY.

Informasi ini disampaikan seorang pejabat WHO untuk keamanan kesehatan, David Heymann, sebagaimana dilansir media Australia, The Age, Kamis (21/2/2008).

Heymann menyatakan, dia telah mendiskusikan buku itu dengan Siti Fadilah. "Dia (Siti Fadilah) menyatakan pada saya (Presiden SBY) telah memintanya menarik buku itu dari pasar," ujar Heyman.

Buku Bu Menkes itu setebal 182 halaman dan diluncurkan pada Rabu 6 Februari 2008.

Belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi tentang perintah SBY tersebut. Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Menkes Siti Fadilah Supari tidak mengangkat ponselnya.

Hayman sendiri menyatakan, dia bingung atas tuduhan Bu Siti bahwa sampel virus flu burung digunakan untuk senjata biologi. "Saya tidak mengerti mengapa mereka akan membuat virus ini sebagai senjata biologi. (Virus) Itu tidak menular dari manusia ke manusia," ujarnya.
http://www.detiknews.com/index.php/d...706/idkanal/10

Buku Menkes Laris di Luar Negeri, di Dalam Negeri Seret
Jakarta - Buku Menkes Siti Fadilah Supari bertajuk 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung' mendapatkan sambutan hangat di luar negeri. Sedangkan di Indonesia, adem ayem saja.

"Permintaan dari luar negeri banyak. Sudah laris 1.000," ujar Menkes kepada detikcom, Kamis (21/2/2008).

Namun penjualan di Indonesia kurang menggembirakan. Buku tersebut belum terlalu laku.

"Saya belum cek (angka penjualannya), tapi memang di Indonesia terlalu terlambat," kata Menkes.

Buku setebal 182 halaman itu dirilis 6 Februari 2008. Kata pengantar buku tersebut ditulis oleh Presiden SBY.

Buku itu dicetak dalam 2 bahasa, Inggris dan Indonesia. Namun untuk edisi bahasa Inggris terpaksa ditarik dari pasaran untuk diedit ulang.

Menkes menyangkal dalam bukunya dia menyebutkan AS terlibat konspirasi sampel flu burung untuk digunakan sebagai senjata biologi.
http://www.detiknews.com/index.php/d...769/idkanal/10


Buku Menkes Edisi Bahasa Inggris Ditarik untuk Diedit
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari membenarkan bukunya yang bertajuk 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung' ditarik dari pasaran.

Namun yang ditarik adalah buku edisi bahasa Inggris, sedang yang edisi bahasa Indonesia tidak ditarik.

"Buku yang bahasa Inggris sudah ditarik untuk diedit," ujar Menkes Siti Fadilah Supari saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/2/2008) pukul 12.45 WIB.

Berbeda dengan edisi bahasa Inggris, menurut Menkes, buku yang terbitan bahasa Indonesia tetap bisa ditemui di toko-toko buku.

Siti Fadilah meluncurkan buku tersebut pada 6 Februari 2008. Buku itu setebal 182 halaman. Isinya adalah perjuangan menghapus ketidakadilan mekanisme pertukaran sampel virus yang telah berjalan selama 50 tahun.

Mekanisme yang diprotes tersebut adalah negara-negara berkembang yang menyumbangkan virusnya kepada WHO tidak bisa meminta hasil penelitian dan tidak dapat mengetahui apa yang terjadi dengan virus yang dikirimkan.

Sumber:
http://www.matabumi.com/news/kesehatan/heboh-kasus-buku-menkes-siti-fadila-supari:-marah%3F
http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php
21/02/2008 - 20:57
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 19761982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY   4/1/2010, 08:17

Koran Belanda Bahas Susunan Kabinet SBY


Dua koran Belanda, De Volkskrant dan NRC Handelsblad, membahas susunan Kabinet Indonesia Bersatu II yang baru disusun.

NRC Handelsblad menulis SBY berani memasukkan lawan-lawan politiknya dalam kabinet. Dalam masa jabatan pertama, Partai Demoktrat pimpinan SBY hanya mendapatkan 7 persen suara. Oleh karena itu ia mengharapkan adanya dukungan koalisi yang dia bentuk dalam kabinet yang diberi nama "Kabinet Pelangi".


Kabinet Persahabatan

Sekarang presiden telah memiliki banyak dukungan di perwakilan rakyat. Para analis politik semula berharap presiden akan membentuk kabinet bebas partai, tapi SBY memutuskan untuk merangkul para musuhnya dan memberi hadiah kepada kawan-kawan politiknya. Kabinet lagi-lagi dipenuhi politisi partai yang sudah dikenal. Koran NRC Handelsblad menyebut susunan kabinet ini sebagai "Kabinet Persahabatan" .

Penunjukan Hatta Radjasa sebagai menko ekonomi mengecewakan banyak orang. Pasalnya, ia bukan hanya telah sebagai menteri perhubungan, karena banyak terjadi kecelakaan pesawat, tapi politikus dari PAN ini sebenarnya tidak piawai dalam bidang ekonomi. Namun sepertinya SBY sudah punya strategi. Soal kebijakan ekonomi ia pasti akan dibantu oleh wapres Boediono, yang memang pakar ekonomi.


Kabinet TERIMAKASIH

Lain halnya dengan koran Belanda De Volkskrant menyebut kabinet SBY ini sebagai "Kabinet Terima Kasih". SBY tampaknya ingin mengucapkan TERIMAKASIH atas dukungan orang-orang kepercayaannya dan menghadiahi mereka jabatan. Juru bicara kepercayaan SBY, Andi Malarangeng, kini menjabat menteri Pemuda dan Olah Raga. Pimpinan kampanye SBY, Djoko Suyanto, kini menjabat Menko Politik Hukum dan Keamanan. Tentang Hatta Radjasa, De Volkskrant menulis pengangkatannya hanya karena unsur politik saja.



Diterbitkan : 23 Oktober 2009 - 2:29pm | Oleh Yulia Irma Pattopang
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY   

Kembali Ke Atas Go down
 
LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORKOM EKS MENWA UI :: FORUM BEBAS :: Wawasan Pemandangan :: Sosial - Politik - Ekonomi - Hukum dan Kriminalitas-
Navigasi: