FORKOM EKS MENWA UI



 
IndeksPortalMilisWebBeritaGalleryCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
PARA ALUMNI DAN ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA SILAHKAN BERGABUNG DI FORUM KOMUNIKASI INI ...
ANDA ANGKATAN APA?
Latest topics
» LENSA: 4 Cara Suap Resmi di Indonesia: Militer AS vs Militer RI
4/3/2015, 14:55 by uddin_jaya4

» SalamYonUI
4/3/2015, 14:27 by uddin_jaya4

» TEMU ALUMNI MENWA UI 2014
5/3/2014, 22:11 by suci.pratiwi

» KESAN: Pengalaman Sebagi Perwira TNI
5/10/2013, 17:18 by hanung sunarwibowo

» FOTO: LASARMIL MENWA UI 2010
7/6/2011, 14:57 by roy

» UCAPAN: Selamat Natal dan Tahun Baru
28/12/2010, 11:37 by Administrator

» jual kamera cctv 3G cam cuma 2,35jt aj
21/12/2010, 10:06 by toekang.modem03

» jual modem xtend pengganti supreme hrg terjangkau
21/12/2010, 10:02 by toekang.modem03

» ESAI: Negara Manakah Terkaya di Dunia?
1/9/2010, 01:56 by Administrator

» WEBINFO: Alamat Internet Situs Alumni MENWA UI
23/8/2010, 03:04 by Administrator

» WEBINFO: E-mail Alumni MENWA
23/8/2010, 02:32 by TESQSCAPE

» INTRO: TESQSCAPE
23/8/2010, 02:26 by TESQSCAPE

» LENSA: Pendidikan Bela Negara MENWA UI
23/7/2010, 06:50 by Administrator

» WTS: M1306 Black 300rb + PCI Serial + USB 3.0
20/7/2010, 11:28 by toekang.modem03

» KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
22/2/2010, 08:44 by Administrator

» HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"
11/1/2010, 20:47 by Administrator

» KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin
11/1/2010, 20:41 by Administrator

» KASUS: Cicak VS Buaya | KPK VS POLRI: Skandal Bank Century dan Keterlibatan Para Petinggi Negara RI
11/1/2010, 20:37 by Administrator

» LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia
4/1/2010, 08:33 by Administrator

» LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY
4/1/2010, 08:17 by Administrator

» KONTROVERSI: BALIBO: Pembantaian Lima Wartawan Australia oleh TNI di TimTim
4/1/2010, 07:22 by Administrator

» WTS: WaveCom Terlengkap Buat Server Pulsa
10/12/2009, 11:10 by toekang.modem03

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Enjoy Urus Hilir Migas
15/10/2009, 06:50 by Administrator

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Calon Kuat Menteri ESDM?
15/10/2009, 05:26 by Administrator

» INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Dianugerahkan Tanda Kehormatan SatyaLancana WiraKarya
15/10/2009, 05:24 by Administrator

» LENSA: OutBound di Lingkungan MENWA UI
8/10/2009, 19:00 by Administrator

» INFOTEK: REAL-KILLER CELLULAR FIREGUN: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
26/9/2009, 15:23 by EE ONE S

» INFOTEK: ANTICRIME CELL STUNGUN: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
26/9/2009, 14:45 by EE ONE S

» KULTUM: FITHR dan FITHRAH. Apa Ma'na Sebenarnya?
26/9/2009, 13:48 by EE ONE S

» UCAPAN: Selamat 'Iydul Fithri - Mohon Ma'af Lahir dan Bathin
26/9/2009, 07:52 by Administrator

» KULTUM: SHILATURRAHIMI: Kenapa? Untuk Apa? Bagaimana?
26/9/2009, 06:50 by Administrator

» DIKLAT: Terjun | AeroSport: Parachuting + Sky Diving
25/9/2009, 08:34 by Administrator

» LOGO: Forum Komunikasi Alumni MENWA UI
25/9/2009, 08:26 by Administrator

» INFO: Angkatan MENWA UI
22/9/2009, 18:35 by hanung sunarwibowo

» LAPOR: Hanung Sunarwibowo 1987: Calon Tamtama Baru
22/9/2009, 17:38 by Administrator

» INFO: Hari-Raya Lebaran | 'Iydul Fithri 1 Syawal 1430 H = 20 September 2009 M
16/9/2009, 17:49 by Administrator

» NEWS: UI Targetkan Beasiswa Capai Rp 40 Miliar
16/9/2009, 16:58 by Administrator

» LENSA: Wujud Nyata Toleransi Antar Umat Beragama
28/8/2009, 07:26 by Administrator

» DZIKIR: Muslim? Segera Dirikan Sholat. Waktu Tiba. Allah Tunggu Laporan Anda!!!
28/8/2009, 04:50 by Administrator

» ACARA: Buka Puasa Bersama MENWA UI 2009: Sabtu 05-09-09 16:00 WIB
27/8/2009, 20:26 by Administrator

» LAPOR: Arfan. Angkatan Rencong. Salam
27/8/2009, 20:13 by Administrator

» PUASA: Jadwal Sholat dan Imsyak Ramadhan Seluruh Wilayah Indonesia
23/8/2009, 12:27 by Administrator

» NEWS: Jakarta Kembali Diguncang Teror Bom 17-07-09
8/8/2009, 18:16 by Administrator

» INFO: Uang Pecahan Baru Rp 2.000
20/7/2009, 08:24 by Administrator

» UCAPAN: Met UlTah ... ... ...
19/7/2009, 21:38 by Mona Liza

» UNIK: A Very Special Time Forever: 12:34:56 07/08/09
19/7/2009, 06:51 by Administrator

» SERBA-SERBI: Sesal Dahulu Pendapatan. Sesal Kemudian Tak Berguna
18/7/2009, 10:10 by Administrator

» KONFERENSI PERS SBY: INFO BIN: SBY Akan Ditembak Teroris di Kepala
18/7/2009, 10:00 by Administrator

» LAPOR: Lapor Juga: Mona Liza Merpati ...
18/7/2009, 09:51 by Administrator

» LAPOR: Andra. Arjuna 96: Salam Kenal
18/7/2009, 09:49 by Administrator

Top posters
Administrator (383)
 
uddin_jaya4 (48)
 
EE ONE S (36)
 
ben (29)
 
hanung sunarwibowo (12)
 
Dedy Afianto (10)
 
Chandra Susanto (5)
 
toekang.modem03 (4)
 
Mona Liza (4)
 
PROTEK (2)
 
Statistics
Total 113 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah rmochtar

Total 546 kiriman artikel dari user in 117 subjects
User Yang Sedang Online
Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 34 pada 4/6/2013, 23:59
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
November 2017
MonTueWedThuFriSatSun
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
CalendarCalendar
MILIS EXMENWA-UI

Untuk yang sudah bergabung



klik ikon diatas ini untuk
melihat pesan e-mail terakhir!



Untuk yang belum bergabung



klik ikon diatas ini untuk
menjadi anggota milis.
Berita Terkini
UNIVERSITAS INDONESIA


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI


Provided By :
Administrator Forum EXMENWA-UI
Poll
Anda Angkatan Apa?
WALAWA | SATGASMA
7%
 7% [ 1 ]
Kalong
7%
 7% [ 1 ]
Garuda
0%
 0% [ 0 ]
Rajawali
0%
 0% [ 0 ]
Jaya IV
7%
 7% [ 1 ]
Yudha
0%
 0% [ 0 ]
Ksatria
0%
 0% [ 0 ]
Mandala
7%
 7% [ 1 ]
Elang
0%
 0% [ 0 ]
Kobra
14%
 14% [ 2 ]
Lumba-Lumba
0%
 0% [ 0 ]
Cakra
0%
 0% [ 0 ]
Merpati
7%
 7% [ 1 ]
Kamboja
0%
 0% [ 0 ]
Seroja
0%
 0% [ 0 ]
Pasopati
0%
 0% [ 0 ]
Bima
0%
 0% [ 0 ]
Arjuna
7%
 7% [ 1 ]
Yudistira
0%
 0% [ 0 ]
Kresna
0%
 0% [ 0 ]
Nakula-Sadewa
0%
 0% [ 0 ]
Gagak
0%
 0% [ 0 ]
Rencong
14%
 14% [ 2 ]
Wira Makara
0%
 0% [ 0 ]
Lainnya
29%
 29% [ 4 ]
Total Suara : 14
Internet Banking
Iklan

Share | 
 

 LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:19

NAMRU-2 Alat Intelijen AS


Yogyakarta - Pakar intelijen Laksamana Muda (Purn) Subardo tetap meyakini keberadaan laboratorium medis milik angkatan laut AS, The U.S. Naval Medical Research Unit Two (NAMRU-2) merupakan alat intelijen AS. Hal ini diyakini Subardo berdasarkan penilaiannya selama lebih dari 30 tahun bekerja di bidang intelijen serta pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) tahun 1986-1998.

"Kalau saya pribadi yakin itu ada motif intelijen dari Amerika. Saya kan kerja di bidang intelijen ini sejak Letnan hingga Bintang Dua (laksmana muda). Lebih dari 30 tahun," kata Subardo di sela-sela Seminar Hari Kesadaran Keamanan Informasi (HKKI) di Fakultas MIPA UGM, Yogyakarta, Jumat (25/4/2008).

Meski meyakini keberadaan NAMRU-2 terkait operasi intelijen milik AS, Subardo, mengaku dirinya tidak lagi mempunyai wewenang menangani persoalan tersebut. Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah khususnya melalui Badan Intelijen Negara (BIN).

"Saya tidak punya wewenang lagi. Itu urusannya pemerintah dan BIN. Saya hanya mengungkapkan ini agar kita lebih waspada, sebab penyadapan informasi melalui intelijen ada di mana-mana," tegasnya.

Menurut dia kesadaran akan keamanan informasi di Indonesia sampai saat ini masih cukup lemah. Hal ini terbukti dari laporan Lemsaneg beberapa waktu lalu yang menemukan bukti dari 28 kantor Kedubes Indonesia di Luar Negeri, sebanyak 16 diantaranya telah disadap sehingga harus dilakukan pembersihan dan pembenahan. Kasus ini menurutnya sebagai preseden buruk bagi Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan informasi.

"Sekitar 16 kedubes yang disadap di luar negeri. Jelas hal itu sebagai preseden buruk agar kita lebih berhati-hati melakukan pengamanan, khususnya informasi," imbuhnya. (bgs/gah)

Bagus Kurniawan - detikNews
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:21

NAMRU-2 Alat Intelijen AS


Mengapa Siti Fadilah batal jadi Menkes lagi?


Cerita ini, tidak saya dengar langsung. Hanya berdasarkan tuturan teman yang bertandang ke rumah Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari beberapa waktu lalu.

Teman saya itu ingin mengetahui bagaimana Siti mnejalani hari-hari terakhirnya sebagai menteri. Ternyata dari obrolan dengan Siti dia mendapat informasi menarik soal hal ihwal yang menyebabkan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu tidak dipilih kembali melanjutkan jabatannya Dari mulut periset spesialis penyakit jantung ini, cerita pun bergulir.

Siti tak menyangka, presiden SBY tidak memilihnya untuk melanjutkan jabatan MENKES. Padahal, sebelumnya dia sudah ditelepon dan diyakinkan akan kembali menjadi menteri. Pihak istana memintanya membuat road map yang berisi rincian program-program kesehatan lima tahun ke depan.

Siti sumringah menerima permintaan itu. Dengan cermat dia menyusun strategi dan program lima tahun ke depan. "Rinci setiap bulannya apa yang harus dikerjakan," kata Siti yang saya kutip dari teman saya itu.

Namun perkembangan penyusunan kabinet membuat dia kecewa. Telepon dari Istana tak datang lagi. Berdebar-debar menunggu, namun tak ada kabar. Sebaliknya dia pun mengetahui, ada orang lain yang sudah menjalani audisi calon menteri kesehatan di rumah pribadi presiden, Cikeas, Bogor.

Siti masygul. Terbayang kerja keras yang sudah dilakukannya selama menjabat. Banyak waktu buat keluarga terbuang, karena dia harus kerja keras demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Suami saya kena Leukimia, dokter memvonis hidupnya tinggal tiga bulan lagi. Tapi di waktu tiga bulan itu pun, saya tak bisa selalu ada didekatnya," ujar Siti yang menurut teman saya, matanya sudah berkaca-kaca. Mbrebes mili, kata orang Jawa. Muhamad Supari, suaminya meninggal pada 28 Maret 2009 lalu.

Semua pengorbanan itu seolah dianggap angin lalu. Karena presiden tidak memercayainya lagi. "Sungguh enak menteri selanjutnya, tinggal melanjutkan pekerjaan saya," ujarnya.

Mengapa setelah awalnya diberi sinyal untuk melanjutkan jabatan, tiba-tiba Siti tidak dipilih? Nah inilah rahasianya, yang tidak dituangkan teman saya di suratkabarnya.

Ada kolega Siti yang memberitahu bahwa namanya tidak diinginkan Amerika Serikat. Pelobi AS, meminta nama Siti tidak dimasukkan dalam kabinet. Apa alasannya?

Kita hanya bisa menduga, karena sepak terjang Siti selama menjabat sempat mengusik kepentingan negeri Tulang Sam itu. Dia bersuara lantang menolak proyek NAMRU-2: Naval Medical Research Unit 2 yang dilakukan Angkatan Laut AS di Indonesia. Dia menegaskan keberadaan NAMRU-2 menggangu kedaulatan Indonesia.

"Saya tidak akan rela kalau di wilayah yang berdaulat ini ada penelitian tapi ada militernya, tapi kok tidak jelas. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," kata Siti yang saya kutip dari detik.com, edisi Kamis 22 Oktober 2009.

Selain itu, Siti juga keras menolak dominasi WHO terhadap Indonesia. Menurutnya lembaga tersebut justru memfasilitasi lingkaran set-an, yang menyebabkan Indonesia tetap di bawah garis kemiskinan dan standar kesehatan yang rendah.

Lembaga tersebut merestui negara-negara kaya mengambil keuntungan dengan memproduksi vaksin dari virus yang berkembang di negara berkembang. Vaksin itu dijual mahal di negara berkembang. Menurut Siti, bukan tidak mungkin negara kaya tersebut menyebarkan virus dan juga menjual penangkalnya sekaligus.

Siti menolak memberikan sampel untuk memproduksi vaksin. Dia membuat gerah WHO dan negara-negara kaya. "Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat Freeport , dan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," ujarnya.

Sikap tegas Siti menolak intervensi asing ditunjukkan dengan memutasi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Bio Medis dan Farmasi, BALITBANGKES Endang Rahayu Sedyaningsih. Pasalnya, Endang memberikan 12 sampel virus flu burung kepada Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Kontrol Penyakit Amerika Serikat (USCDCP). Hal itu bertentangan dengan sikap Siti yang menolak memberikan sampel karena berpandangan pemberian itu hanya menguntungkan pihak asing (Media Indonesia edisi 22 Oktober 2009).

Nah ini uniknya. Pejabat yang sudah dimutasi Siti tersebut, justru kini diangkat presiden sebagai menteri kesehatan 2009-2014. Apakah Endang titipan AS? Saya tidak tahu pasti.

Tetapi jika benar dugaan itu, maka saya juga ikut masygul. Ternyata pertimbangan posisi menteri, bukan profesionalitas melainkan restu negara adikuasa. Bisa jadi, pemilihan menteri-menteri lain, juga bukan soal pengalaman, integritas atau keahilan, tapi semata-mata pertimbangan politis. Ini tergambar, dari komposisi menteri yang tampaknya lebih kental nuansa bagi-bagi kursi ketimbang profesionalitas.

Presiden bilang dia tidak gegabah menentukan menteri kabinetnya. Ah, entah apa artinya tidak gegabah ...(vidi vici)



sumber: Vidi, wartawan Sinar Harapan.
http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm



Silahkan baca juga di forum ini :

http://exmenwa-ui.talk-forums.com/administrator-area-f58/lensa-kontroversi-kabinet-rahasia-dibalik-bursa-pemilihan-para-menteri-sby-t105.htm#491




KILAS BALIK PERISTIWA :

Heboh Kasus Buku Menkes Siti Fadila Supari: AS Marah?

AS Sangkal Pakai Sampel Virus Flu Burung RI untuk Senjata Biologi


Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari terkenal vokal berbicara ketidakadilan dalam pertukaran sampel virus penyebab penyakit mematikan, termasuk flu burung. Dalam buku yang baru saja diluncurkannya, dia menuduh AS dan WHO terlibat konspirasi melawan negara berkembang dalam menguasai sampel virus flu burung.

Terhadap tuduhan ini, AS jelas menyangkalnya. Sebagaimana dilansir harian terbitan Australia, The Age, edisi Kamis (21/2/2008), Jubir Deplu AS Susan Stahl membantah klaim Bu Menkes bahwa sampel virus flu burung Indonesia telah dikirim ke laboratorium senjata biologi di Los Alamos, New Mexico, AS.

"Laboratorium itu tidak memiliki virus flu burung dari Indonesia atau negara lainnya," ujar Stahl.

Siti Fadilah meluncurkan buku berjudul 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung' pada Rabu 6 Februari 2008.

Buku ini menarik perhatian media Barat karena dalam buku itu Menkes menulis konspirasi AS dan WHO dalam penguasaan sampel virus flu burung yang dianggap Menkes tidak adil dan tidak transparan. Negara penyumbang sampel virus, termasuk Indonesia, kesulitan mengakses sampel yang telah disumbangkannya dan tidak tahu apa yang terjadi pada virus itu.

Vaksin yang didapat dari virus flu burung made in Indonesia tersebut, lalu dikembangkan negara-negara maju yang tidak menjadi korban flu burung dan menjualnya kepada negara berkembang yang menjadi korban. Dari koran asing yang dibacanya, Menkes mendapatkan informasi bahwa virus flu burung dikirim ke Los Alamos National Laboratory di New Mexico, AS.

Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS. Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima. Lalu untuk apa data itu, untuk vaksin atau senjata kimia?

The Age menulis, Fadilah pada Rabu kemarin kembali menyatakan bahwa sampel virus flu burung Indonesia yang diberikan pada WHO telah dikirimkan ke laboratorium senjata biologi di Los Alamos."Apakah mereka menggunakan itu sebagai vaksin atau mengembangkan senjata kimia, semuanya tergantung pada kebutuhan dan kepentingan Pemerintah AS," kata Siti. "Ini sungguh situasi yang sangat berbahaya bagi kemanusiaan," imbuhnya.
http://www.detiknews.com/index.php/d...616/idkanal/10

Menkes Sangkal Tuduh AS Bikin Senjata Biologi dari Flu Burung
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari menelurkan buku bertajuk 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung'. Buku tersebut ramai diulas media Barat.

Media Barat menulis bahwa dalam buku itu Siti Fadilah mengurai konspirasi Barat dalam menggunakan sampel flu burung. Mereka yang terlibat adalah AS dan WHO, yang memanfaatkan virus itu untuk senjata biologi.

Menkes Siti Fadilah Supari pun menepis hal tersebut. "Saya tidak ada tulisan US government-nya," ujar Menkes saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/2/2008).

Menkes menjelaskan dalam buku yang diluncurkan 6 Februari 2008 itu dirinya tidak menuduh negara mana pun, termasuk AS.

Dia hanya mempertanyakan para peneliti di WHO menggunakan sampel virus flu burung negara berkembang untuk keperluan vaksin atau mengembangkan senjata kimia.

Siti Fadilah meluncurkan buku tersebut pada 6 Februari 2008. Buku itu setebal 182 halaman. Isinya adalah perjuangan menghapus ketidakadilan mekanisme pertukaran sampel virus yang telah berjalan selama 50 tahun.

Mekanisme yang diprotes tersebut adalah negara-negara berkembang yang menyumbangkan virusnya kepada WHO tidak bisa meminta hasil penelitian dan tidak dapat mengetahui apa yang terjadi dengan virus yang dikirimkan.
http://www.detiknews.com/index.php/d...752/idkanal/10

WHO: SBY Minta Buku Menkes Saatnya Dunia Berubah Ditarik
Jakarta - Media Barat ramai membicarakan buku Menkes Siti Fadilah Supari yang berjudul "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung" yang membongkar konspirasi Barat tentang sampel virus flu burung. Informasi yang berkembang, buku itu diminta ditarik dari pasar oleh Presiden SBY.

Informasi ini disampaikan seorang pejabat WHO untuk keamanan kesehatan, David Heymann, sebagaimana dilansir media Australia, The Age, Kamis (21/2/2008).

Heymann menyatakan, dia telah mendiskusikan buku itu dengan Siti Fadilah. "Dia (Siti Fadilah) menyatakan pada saya (Presiden SBY) telah memintanya menarik buku itu dari pasar," ujar Heyman.

Buku Bu Menkes itu setebal 182 halaman dan diluncurkan pada Rabu 6 Februari 2008.

Belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi tentang perintah SBY tersebut. Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Menkes Siti Fadilah Supari tidak mengangkat ponselnya.

Hayman sendiri menyatakan, dia bingung atas tuduhan Bu Siti bahwa sampel virus flu burung digunakan untuk senjata biologi. "Saya tidak mengerti mengapa mereka akan membuat virus ini sebagai senjata biologi. (Virus) Itu tidak menular dari manusia ke manusia," ujarnya.
http://www.detiknews.com/index.php/d...706/idkanal/10

Buku Menkes Laris di Luar Negeri, di Dalam Negeri Seret
Jakarta - Buku Menkes Siti Fadilah Supari bertajuk 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung' mendapatkan sambutan hangat di luar negeri. Sedangkan di Indonesia, adem ayem saja.

"Permintaan dari luar negeri banyak. Sudah laris 1.000," ujar Menkes kepada detikcom, Kamis (21/2/2008).

Namun penjualan di Indonesia kurang menggembirakan. Buku tersebut belum terlalu laku.

"Saya belum cek (angka penjualannya), tapi memang di Indonesia terlalu terlambat," kata Menkes.

Buku setebal 182 halaman itu dirilis 6 Februari 2008. Kata pengantar buku tersebut ditulis oleh Presiden SBY.

Buku itu dicetak dalam 2 bahasa, Inggris dan Indonesia. Namun untuk edisi bahasa Inggris terpaksa ditarik dari pasaran untuk diedit ulang.

Menkes menyangkal dalam bukunya dia menyebutkan AS terlibat konspirasi sampel flu burung untuk digunakan sebagai senjata biologi.
http://www.detiknews.com/index.php/d...769/idkanal/10


Buku Menkes Edisi Bahasa Inggris Ditarik untuk Diedit
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari membenarkan bukunya yang bertajuk 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung' ditarik dari pasaran.

Namun yang ditarik adalah buku edisi bahasa Inggris, sedang yang edisi bahasa Indonesia tidak ditarik.

"Buku yang bahasa Inggris sudah ditarik untuk diedit," ujar Menkes Siti Fadilah Supari saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/2/2008) pukul 12.45 WIB.

Berbeda dengan edisi bahasa Inggris, menurut Menkes, buku yang terbitan bahasa Indonesia tetap bisa ditemui di toko-toko buku.

Siti Fadilah meluncurkan buku tersebut pada 6 Februari 2008. Buku itu setebal 182 halaman. Isinya adalah perjuangan menghapus ketidakadilan mekanisme pertukaran sampel virus yang telah berjalan selama 50 tahun.

Mekanisme yang diprotes tersebut adalah negara-negara berkembang yang menyumbangkan virusnya kepada WHO tidak bisa meminta hasil penelitian dan tidak dapat mengetahui apa yang terjadi dengan virus yang dikirimkan.

Sumber:
http://www.matabumi.com/news/kesehatan/heboh-kasus-buku-menkes-siti-fadila-supari:-marah%3F
http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php
21/02/2008 - 20:57
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:23

Siti Fadilah: Endang Larikan Virus ke LN


JAKARTA, TRIBUN - Penunjukan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menteri kesehatan cukup menimbulkan pertanyaan. Karirnya di depkes sempat tersandung karena Endang pernah dimutasi oleh Siti Fadilah Supari.

"Dia pernah saya mutasi karena dokter Endang membawa virus yang dilarang ke luar negeri. Dia membawa virus tanpa setahu kita. Itu ada sekitar 58 virus ke Hanoi tanpa setahu siapapun juga," kata mantan MENKES Siti Fadilah Supari kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10).

Siti Fadilah menuturkan, kala itu Endang beralasan membawa virus untuk diteliti karena ada profesor kenalannya yang datang ke Hanoi. Namun tetap saja hal itu tidak bisa dibenarkan. "Tapi untuk saya membawa virus keluar tanpa sepengetahuan saya adalah pelanggaran," tegasnya.

Siti Fadilah mengatakan kini sudah tidak mempermasalahkan kasus ‘penyelundupan’ tersebut karena Endang sudah meminta maaf. Tapi gara-gara insiden ini Endang dilarang mengurusi virus lagi.

Ke depannya, Siti Fadilah berharap ucapan Endang kepadanya bahwa dirinya seorang nasionalis bukan isapan jempol belaka. Soal kemampuan, Siti Fadilah yakin Endang punya kemampuan untuk memimpin sebuah departemen dengan sedikit catatan soal virus.
"Saya optimis dia bisa melaksanakan tugas sebagai menkes karena kemampuan identifikasi masalah, menganalisa suatu kesimpulan, merencanakan tindakan dia itu mumpuni," jelasnya.

"Yang harus saya kawal adalah policy dia terhadap H5N1 dan juga virus-virus yang lain. Kerjasama Indonesia-Amerika yang sudah saya rintis," lanjutnya.

Menurut mantan MENKES Siti Fadilah Supari, Endang merupakan orang yang paling dekat dengan Naval Medical Research Unit 2 (NAMRU-2). "Endang adalah staf saya di bagian Litbang. Dia adalah mantan pegawai NAMRU-2. Dia orang yang paling dekat dengan NAMRU," katanya.

Keberadaan NAMRU-2 sempat menjadi kontroversi. NAMRU-2 pertama kali berada di Indonesia pada tahun 1970 untuk meneliti virus-virus penyakit menular bagi kepentingan Angkatan Laut AS dan Departemen Pertahanan AS. Kontrak NAMRU-2, unit riset virus milik Angkatan Laut AS, dengan RI sudah habis sejak Januari 2000.

Namun pada praktiknya masih berlangsung kegiatan penelitian hingga 2005. Kemudian MENKES Siti Fadilah Supari langsung menghentikannya. Dia melarang seluruh rumah sakit mengirimkan sampel ke NAMRU-2 untuk diteliti. Banyak pihak mencurigai keberadaan NAMRU menjadi sarana kegiatan intelijen AS dengan berkedok riset.

Setahun setelah Menjadi Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari meminta agar izin NAMRU-2 ditutup. Barulah diakhir masa jabatannya, ,tepatnya 16 Oktober 2009, Siti Fadilah mengirimkan surat pemberhentian kerjasama Depkes dengan NAMRU-2.

NAMRU awalnya adalah lembaga riset di bawah otoritas Angkatan Laut Amerika Serikat. Lembaga ini beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968. Awalnya, Indonesia yang meminta mereka datang untuk meneliti wabah sampar di Jawa Tengah. Ternyata manjur. Berkat rekomendasi NAMRU, wabah sampar yang merajalela berhasil dijinakkan.

Dua tahun kemudian, terjadi wabah malaria di Papua. NAMRU kembali diminta bantuannya. Bahkan kali ini kehadiran mereka diikat dalam sebuah MOU, ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan GA Siwabessy dan Duta Besar AS, Francis Galbraith.

MOU itulah yang menjadi landasan hukum laboratorium di bawah kendali Angkatan Laut AS itu terus bercokol di Indonesia, biar pun selama puluhan tahun tidak ada lagi wabah penyakit menular; dan biar pun tuan rumah tidak lagi membutuhkan bantuannya.

Dalam MOU itu dijelaskan, tujuan kerjasama adalah untuk pencegahan, pengawasan dan diagnosis berbagai penyakit menular di Indenesia. NAMRU diberikan banyak sekali kelonggaran, terutama fasilitas kekebalan diplomatik buat semua stafnya; dan izin untuk memasuki seluruh wilayah Indonesia.

Memang ada klausul dalam MOU itu, setiap 10 tahun kerjasama tersebut dapat ditinjau kembali. Belakangan, Indonesia memang merasa tertipu oleh perjanjian yang amburadul itu. Namun semua usaha yang dilakukan untuk mengontrol NAMRU-2 tidak satu pun yang berhasil. Buktinya, selama periode tahun 2.000-2005, lembaga riset ini tetap beroperasi, kendati izinnya sudah habis. (dtc/persda network/yuli s)


Kamis, 22 Oktober 2009
http://tribunbatam.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=36178&Itemid=1096

http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:25



Wawancara TV One dengan Siti Fadilah tadi malam (melalui telepon) sungguh mengejutkan. Inilah keterangan Fadilah: MENKES baru itu eselon dua, satu dari ratusan staf biasa yang bereselon dua. Tidak menjabat apa-apa selain sebagai peneliti di lab. Orang dekat NAMRU (indikasinya, di antara sekian banyak staf Depkes, yang dipercaya NAMRU untuk bisa keluar masuk Lab-nya adalah dia). Memang ada kesan Fadilah sakit hati (suaranya terdengar menahan tangis). Tetapi saya pikir amat sangat wajar kalau dia jengkel. Bawahannya diangkat menggantikan dia, bukan hanya bawahannya, tetapi orang yang ditengari dekat dengan musuhnya. Dia pasti kuatir sekali semua kebijakannya akan dihapus begitu saja. AS banyak dirugikan oleh Fadilah, dan Fadilah diganti. Betul-betul gamblang, ketertundukan SBY pada dikte AS. Saya berharap media mendorong Fadilah bercerita lebih banyak, tanpa mengarahkan pada kesan bahwa Fadilah berbicara karena sakit hati. Saya berharap media menampung suara Fadilah sebagai bagian membongkar dugaan hegemoni AS di Kabinet Indonesia Bersatu, khususnya kaitannya dengan rekam jejak Fadilah dengan NAMRU dan badan dunia lain dalam hal kedaulatan Indonesia memproduksi/ mengelola vaksin sendiri?

Lagipula, saya (dan banyak rakyat lainnya) have the right to know: Who is Endang? What is her track record or achievement so far? Why her? How did SBY decide to elect her?

Yang kedua, tolong diselidiki, apakah pemanggilan dr. Moeloek waktu itu hanya sandiwara dan basa basi, karena pastilah SBY sudah mengantungi nama Endang. Itu tidak diungkap prior to the announcement, karena kuatir dampak penolakannya yang akan menerepotkan proses penentuan Kabinet. Very very tricky. Apakah Moeloek merasa diperdayai, atau dia bagian dari skenario? Investigasi tentang ini tentu amat menarik.

http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:26

"Sulit Buktikan Kalau Saya Jual Virus"

Siti meragukan nasionalisme Endang
karena pernah secara diam-diam membawa virus H5N1.



VIVAnews - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari terang-terangan mengungkapkan perilaku Endang Rahayu Sedyaningsih. Siti meragukan nasionalisme Endang karena pernah secara diam-diam membawa virus H5N1 ke luar negeri. Padahal Indonesia sudah memperjuangkan soal virus sharing dan disetujui dalam sidang WHO.

Akibat perilakunya itu, Siti kemudian memutasi Endang dan menurunkan jabatannya menjadi peneliti biasa. Soal ini Endang membantahnya.

"Tidak benar. Memang sulit membuktikan kita benar. Kalau waktu itu saya dimutasi, saya terima. Kalau saya dimutasi ya saya ikuti, tidak masalah," kata Endang di rumahnya, Kompleks IKIP, Duren Tiga, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2009.

Suami Endang, MJN Mamahit, juga mengaku sering mendengar selentingan itu di tempat kerjanya. Mamahit yang juga dokter di RS Tangerang mengabaikan suara-suara sumbang itu. "Saya biasa saja, itu tidak masalah tidak benar," kata dia.

Soal kedekatannya dengan NAMRU-2, laboratorium milik Angkatan Laut AS, Endang mengakui dia memang memiliki kedekatan, tapi tidak hanya dengan peneliti-peneliti Amerika Serikat saja. "Juga dengan teman-teman Jepang, Belanda. Saya tidak mengelak kalau dikatakan dekat dengan NAMRU. Kalau saya dekat dengan Ibu (Siti Fadilah), nanti dikira sombong," katanya.

Soal pesan Siti agar rasa nasionalismenya ditingkatkan, Endang hanya menjawab singkat. "Ya aminlah," kata dia.

Kamis, 22 Oktober 2009, 09:24 WIB
Umi Kalsum, Sandy Adam Mahaputra
http://politik. vivanews. com/news/read/99050-_sulit_buktikan_kalau_saya_tak_jual_virus_

http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:27

Siti Fadilah Bantah Tuding MENKES Jual Virus


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membantah telah menuding MENKES Endang Rahayu Sedyaningsih telah menjual spesimen virus H5N1 kepada lembaga penilitian kesehatan NAMRU, yang diduga milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Hal tersebut dikatakannya saat jumpa pers sesuai acara 'Serah teriima jabatan MENKES' di gedung Depkes, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/10) malam.

Para wartawan menayakan, apakah Sufari benar telah menyatakan Endang terlibat penjualan spesimen kepada pihak militer AS, lewat NAMRU. Menurut Sufari, pemberitaan yang sempat membuat panas telinga Endang, itu merupakan pelintiran para wartawan. Yang benar, virus tersebut dibawa pihak Litbang Depkes.

"Saya kira itu salah. Sudah saya terangkan tadi, bahwa virus itu tidak diperjualbelikan, tapi dibawa Jadi, tidak ada yang menyebutkan virus apapun juga ke mana-kemana. Dan saya kira itu pelintiran para wartawan. Virus tidak laku dijual," kata Siti Fadilah Supari.

Siti Fadilah Supari menegaskan, bahwa Indonesia telah menghentikan kerja sama penelitian dengan NAMRU, dan berakhir tahun ini. Ia menyerahkan kepada Endang, apakah akan melanjutkan kerjasama penelitian dengan NAMRU di sisa waktu yang ada atau tidak.

Ia menambahalkan, seharusnya kerjasama penelitian kesehatan sipil tersebut memiliki kejelasan status dan penggunaannya. "Statusnya, pengunaannya, harus jelas, siapa yang menggunakan, itu juga jelas," ungkapnya.

Menurut Endang, Indonesia akan melanjutkan kerja sama dengan pihak Amerika, namun bukan NAMRU. Kerja sama setelah NAMRU habis masanya, yakni kerja sama Dekes RI dengan Depkes Amerika, yang notabee-nya adalah sipil. "Sudah cukup jelas, kerja sama akan terus dilanjutkan dalam bentuk yang sipil, antara Depkes dengan Human and Health Services, itu Depkes-nya Amerika," kata Endang.

Terkait kedekatan diri Endang sewaktu duduk sebagai kepala Litbang Depkes, yang berkapasitas sebagai peneliti, Endang menegaskan, dirinya memang dekat dengan banyak pihak asing, termasuk NAMRU. Namun, kedekatan dirinya adalah benar-benar murni sebatas kerjasama yang berbasis profesionalitas kerja sebagai peneliti.

"Jadi, saya dekat NAMRU, saya dekat dengan Belanda, saya dekat dengan NIIJ, Jepang, China saya pun dekat. Sebagai peneliti kita memang dekat dan bekerjasama. Semua berbasis kerjasama dan profesional, " ujar Endang. (Persda Network/CR2)


Kamis, 26 Mei 2005 | 10:55 WIB
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/05/26/brk,20050526-61482,id.html

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/22/23223026/siti.fadilah.bantah.tuding.menkes.jual.virus.

http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:28




Kontrovensi pemilihan menkes memang saat ini sudah banyak dibicarakan, terutama mengenai keberadaan NAMRU, ok sekarang NAMRU sudah ditutup diganti dengan ICU tapi apakah itu bisa menjamin sudah tidak lagi kerjasama yang berbau kapitalisme seperti yang sudah sempat terjadi pada saat kasus flu burung ...

Pemilihan MENKES yang baru memang banyak yang menilai tidak rasional, titipan asing lah pesanan amerika lah ... Hal itu wajar mengingat bu endang memang satu-satunya orang depkes yang dekat dengan NAMRU, Tapi dari kandidat lainnya seperti Prof Dr. dr Nila Moeloek sp.mt yang ditolak kayaknya nama Endang memang pantas menjadi pergunjingan ... Kok bisa pejabat eselon II sudah bisa jadi menteri secara dia juga pernah diskors oleh siti fadilah supari (MENKES lama) karena terlibat dalam penelitian flu burung bersama NAMRU yang sempat mengirimkan sample virus flu burung Indonesia ke Vietnam dengan dalil PENELITIAN ...

Ketika ditanya mengenai alasan tidak memilih Nila ... SBY mengatakan bu Nila tidak tahan stress ... gila ... mungkin bgt secara dia dokter profesor lagi...secara sebagai seorang dokter spesialis dia da sering melakukan tindakan operasi ... secara juga untuk melakukan operasi bagi seorang dokter itu banyak faktor stresnya ...

Dari sini keliatanya alasanya bener2 terkesan dibuat-buat...hm seorang profesor kok g than tekanan ... khan aneh ... dan jujur aja deh mungkin inilah alasan SBY yang sebenarnya alasan SBY menujukan SBY mulai Pro Amerika.

Ada tekanan dari pihak AS. Hal ini ditunjukkan dengan kedatangan Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, ke Indonesia pada akhir Februari 2008 untuk membahas keamanan maritim. Juga, kedatangan Laksamana Timothy J Keating, Panglima Angkatan Laut AS wilayah Asia Pasifik, awal April ini. Pada 23 April 2008, kapal induk AS dari Armada Ketujuh, USSB Abraham Lincoln, berada di selatan Selat Sunda. Lalu Menteri Kesehatan AS Michael Okerlud Leavitt menyatakan AS menolak syarat Menteri Kesehatan Indonesia. Jika kesepakatan tidak tercapai, hal itu dianggap sebagai ketidakbersediaan Indonesia berpartisipasi dalam sistem influenza WHO (Koran Tempo, 28/4/2008). Inilah tekanan dari mereka kepada pemerintah Indonesia.

Bener2 yah WHO emang sudah dalam kendali AS ... ini akan sangat menyedihkan ... coz mereka bisa lebih berpihak pada Industri farmasi besar dan berpeluang besar dalam menciptakan keadaan pandemi penyakit tertentu di belahan dunia manapun demi mendongkrak keuntungan bisnis semata... korbanya yah kita2 ini negara miskin yang mereka nilai g borju g da duit buat beli obat mereka yang mahal ... walaupun sudah beralih jadi ICU tapi pemerintah harus waspada coz, melalui kerjasama ini mereka bisa saja mendikte bagsa ini ... yah kita liat aja kinerjanya kalau ketahuan siap-siap kita lemapr bata aja gan ...

http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:30




Tambahan info saja.

Katanya, Dr. Siti Fadillah Supari waktu diangkat jadi MENKES th 2004, juga belum Eselon -1 loh, malah lebih rendah eselonnya dari Dr. Endang saat ini. Lagian kan banyak contoh didunia ini, orang muda bisa tampil lebih baik dari "maaf" yang lebih senior.

Bukannya Qadafi masih Kolonel hingga saat ini, terlepas dengan cara apapun, buktinya dia bisa mimipin pada jendral. Obama juga masih muda, Tony Blair juga sangat muda saat menjabat PM.

Kalo bicara Kabinet di Negri nan tercinta ini memang rada aneh. Katanya hak prerogratif presiden, tapi menteri yang dipilih ditolak sama elemen negeri, ada satu propinsi demo gara-gara gak terima karena presiden tidak melibatkan putra daerah tertentu, ada juga partai yang protes, gara-gara ada kader yang tidak dikehendaki masuk jajaran menteri. Terus ada komentar lain kaya Bpk Boni Hargen yang dari FISIP UI itu, terus komentar-komentar lain yang benada menuduh ada intervensi asing dalam susunan kabinet,, antek-nya, agen-nya OM Sam dll. Kita biarkan saja lah SBY membuktikan bahwa pilihannya tidak salah.



http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:32




Kasihan Siti Fadilah ...

Rupanya dia mendapat tekanan berat dari pihak-pihak tertentu, setelah membuka aib MENKES yang baru.

Sebetulnya tidak penting betul, apakah Endang menjual virus itu atau tidak. Fakta yang tak pernah dibantah adalah Endang membawa virus ke luar negeri tanpa izin Menteri Kesehatan, yang notabene adalah atasannya. Padahal saat itu kebijakan MENKES Siti Fadilah dan Pemerintah RI adalah tidak menyerahkan contoh virus manapun (khususnya virus flu burung) ke pihak luar (PBB), sampai ada kejelasan mekanisme yang fair dan bisa dipertanggungjawabkan tentang penanganan virus tersebut.

Karena tindakan "menyelundupkan virus ke luar negeri" itulah, maka Endang dihukum dengan dimutasi oleh Siti Fadilah. Saat itu Endang jelas melanggar aturan MENKES (baca: aturan pemerintah RI).

Apakah Endang mau menjual virus itu ke pihak asing (baca: perusahaan Amerika atau pemerintah Amerika atau CIA atau siapapun juga) atau menyerahkan secara gratis, itu soal lain lagi. Itu hanya akan menjelaskan motif tindakan, yang tetap tak bisa dibenarkan.

Jika dijual, artinya bermotif komersial (cari untung). Jika diserahkan gratis, berarti ada pemihakan tertentu terhadap pihak yang diberi virus tersebut (ini malah lebih gawat lagi, karena Endang bisa dianggap tega mengalahkan kepentingan Pemerintah RI dan negaranya demi kepentingan pihak asing tertentu).

Kalau dibilang virus itu tidak laku dijual, tidak tepat juga. Fakta bahwa dikirim atau tidak dikirimnya virus itu jadi persoalan dan polemik internasional, berarti virus itu sesuatu yang berharga. Bisa dikembangkan untuk dicari vaksinnya dan lalu dijual ke pasar internasional (ke negara-negara berkembang) dengan keuntungan jutaan dollar. Juga virus itu berpotensi dikembangkan jadi senjata biologis atau senjata pemusnah massal (kalau soal ini, AS yang paling jago).


NB: Singkatnya, SBY telah memilih MENKES baru, yang pernah dihukum atasannya karena melanggar aturan Depkes/Pemerintah RI soal pengiriman virus ke pihak luar. Mengenai apa pertimbangan SBY ketika memutuskan hal itu, kirim saja pertanyaan Anda via SMS ke nomor HP resmi SBY: 9949. Semoga nanti Anda tidak disatroni Densus 88.



http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm
Kembali Ke Atas Go down
Administrator
Administrator
Administrator
avatar

Male
Banyak Pemposan : 383
Poin : 5360
Reputasi : 8
Sejak : 02.12.07
Predikat :
  • Alumnus
Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
Fakultas : FMIPA
Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   4/1/2010, 08:33




Tolong dibaca sumber di bawah, yang merupakan artikel ilmiah yang ditulis bersama oleh Endang, Siti Fadilah dan 2 peneliti lain ...

Ini akan menjelaskan posisi Indonesia dalam konteks virus, WHO, hak negara berkembang, potensi eksploitasi negara maju, dll ... dll ...



Siti Fadilah Supari:
  • mutual trust, transparency and equity as global citizens and professionals



Sumber:
http://www.annals.edu.sg/
http://www.annals.edu.sg/pdf/37VolNo6Jun2008/V37N6p482.pdf

http://exmenwa-ui.talk-forums.com/milist-alumni-menwa-ui-h8.htm
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia   

Kembali Ke Atas Go down
 
LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORKOM EKS MENWA UI :: FORUM BEBAS :: Wawasan Pemandangan :: Sosial - Politik - Ekonomi - Hukum dan Kriminalitas-
Navigasi: